Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Februari 2022

MENUMBUHKAN BUDAYA POSITIF

Salah satu modul yang dipelajari di Pendidikan Guru Penggerak adalah tentang budaya positif di sekolah. Di modul ini, ada banyak hal baru dan sungguh menarik perhatian saya sebagai guru, utamanya dalam hal bagaimana mendisiplinkan anak. Selama ini banyak guru mengira bahwa kata disiplin itu berkaitan dengan aturan, tata tertib, hukuman, dan semacamnya. Ternyata tidak begitu. Mendisiplinkan anak justru perlu meminimalisir hukuman. Bahkan kalau bisa jangan gunakan hukuman sama sekali. Ini hubungannya dengan bagaimana menanamkan motivasi intrinsik dalam diri anak. Jika anak bersalah lalu dihukum, dia akan berhenti melakukan kesalahan karena takut dihukum. Tentu tidak ada yang salah di sini. Namun, motivasi dia adalah untuk menghindari hukuman, bukan motivasi intrinsik yang diharapkan. Lalu bagaimana cara mendisiplinkan anak yang motivasinya intrinsik atau berasal dari diri dalam anak sendiri?

SMP Negeri Satu Atap 1 Sembalun


Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan motivasi intrinsik anak adalah dengan membentuk sebuah keyakinan kelas. Apa itu keyakinan kelas dan apa bedanya dengan aturan atau tata tertib kelas? Keyakinan kelas bersifat positif dan menggunakan kalimat yang pendek. Misalnya, jika aturan itu berbunyi dilarang merokok, maka keyakinan kelas berbunyi menjaga kesehatan. Jika aturan itu berbunyi jangan saling mengejek antar teman, maka keyakinan kelas berbunyi saling menghormati. Keyakinan kelas akan lebih memotivasi anak dari dalam, atau memotivasi secara intrinsik. Anak akan lebih tergerak dan bersemangat untuk menjalankan keyakinannya, daripada hanya sekedar mengikuti serangkaian aturan atau tata tertib.

Setelah mempelajari modul ini, saya berusaha untuk mengurangi marah atau memberi hukuman pada murid yang bersalah. Sebandel atau sebodoh apapun seorang murid, dia itu dilahirkan sempurna. Begitulah Tuhan menciptakan seorang anak. Itu yang coba senantiasa saya tanamkan dalam diri saya setiap kali menghadapi murid yang bermasalah. Tidak ada anak yang salah. Tidak ada anak yang nakal. Tidak ada anak yang bodoh. Semua memiliki sifat dan keunikan masing-masing yang sudah merupakan ketentuan Tuhan. Kita sebagai guru tak bisa mengubah kodrat mereka. Kita hanya ditugaskan untuk mendampingi proses belajar mereka tanpa perlu memaksakan apapun. Begitulah kira-kira yang saya petik dari pelajaran yang diberikan oleh Bapak Pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara.

Kini saya betul-betul melihat dan merasakan hasilnya. Saya merasa murid-murid saya lebih bisa menerima saya. Senyum bahagia mereka tak berhenti saat saya masuk ke ruang kelas. Mereka senang dan menantikan kehadiran saya. Seperti tak ada sekat di antara murid dan saya sebagai gurunya. Mereka bisa tertawa lepas. Tak ada lagi rasa takut. Entah itu yang dulunya takut pada gurunya atau takut pada mata pelajarannya. Dengan begitu, saya pikir apapun yang saya ajarkan pada mereka akan lebih bisa mereka terima. Bukan sekedar masuk telinga kiri keluar telinga kanan, tapi mereka akan mengenang apapun yang mereka alami dengan gurunya. Saya percaya bahwa apa yang dikatakan atau dicontohkan oleh guru yang dipercaya dan diidolakan, akan bisa tertanam dengan baik dalam diri murid.

Lombok Timur, 10 Februari 2022

CGP Angkatan 4, FIRDAUS LAILI, S.Pd.

Read more ...

Rabu, 16 Desember 2015

Boleh Nggak Muslim Pake Topi Santa?

Bentar lagi Natal, hari raya umat Kristen. Salah satu yang khas dari perayaan Natal adalah topi Santa. Banyak umat Kristen memakai topi saat Natal tiba. Pertanyaannya adalah apakah umat muslim juga boleh ikut memakai topi Santa? Sejumlah muslim mengharamkannya karena dianggap sebagai atribut ciri khas Kristen saat Natal. Memakainya sama saja dengan tasyabbuh (*menyerupai) yang dilarang Nabi. Dalilnya adalah hadist yang sangat populer, “Sesiapa menyerupai suatu kaum, ia bagian dari mereka.” Hadist itu memang ada, namun tepatkah penggunaannya sebagai dalil pengharaman topi Santa?

Muslimah
Boleh nggak muslim pake topi Santa?
Sebelum masuk ke situ, mari kita melihat analogi ini. Tentang hari Minggu. Minggu menurut Kristen adalah Hari Tuhan. Libur Minggu tadinya adalah memperingati Hari Kebangkitan Yesus. Dengan begitu, libur hari Minggu merupakan ciri khas Kristen. Persoalannya, ratusan juta umat muslim di dunia saat ini kalo Minggu libur. Lalu bagaimana hukumnya?
Read more ...

Rabu, 29 April 2015

Ujian Nasional yang Tidak Nasional

Di balapan MotoGP, seorang Valentino Rossi dengan motor Yamaha-nya normalnya beradu balap melawan pembalap selevel dengan kapasitas motor selevel pula. Tentu tidak adil jika pembalap lokal Indonesia seperti Hendriansyah yang notabene hanya jugador Road Race kelas motor bebek harus berduel melawan Rossi di sebuah lintasan yang sama. Dengan fasilitas motor yang lebih sophisticated dan kru mekanik yang lebih world-class, sudah barang tentu The Doctor (julukan Rossi-red) akan jauh meninggalkan Hendriansyah. Namun bisa saja Hendriansyah menyamai perolehan waktunya Rossi, atau bahkan lebih cepat, tapi tentu dengan cara yang tidak dibenarkan atau “haram”.

Analogi seperti itulah yang kurang lebih bisa merepresentasikan carut marut pendidikan di Indonesia, terutama evaluasi pendidikannya. Sejalan dengan kebhinnekaan bangsa kita, sektor pendidikan juga memiliki keberagaman yang sangat kompleks. Keberagaman ini berujung pada sulitnya melakukan penataan evaluasi pendidikan yang merata dan seimbang. Kementerian Pendidikan yang menaungi pendidikan di Indonesia masih memiliki seabrek pekerjaan rumah (PR) yang entah kapan akan selesai.

Satu PR besar untuk Kementerian Pendidikan yang akhir-akhir ini sedang banyak diperbincangkan adalah soal evaluasi pendidikan yang berbentuk Ujian Nasional (UN). UN yang diterapkan di negara kita, baik untuk SD, SMP, maupun SMA, masih memiliki “keganjilan” yang banyak dikritisi oleh para pemerhati pendidikan. Sebagai lembaga tertinggi yang mengurusi pendidikan di seluruh Indonesia, Kementerian Pendidikan bertanggung jawab penuh terhadap keberlangsungan UN yang bersifat nasional.

Ujian Nasional
Ujian Nasional Seharusnya Bersifat Nasional
Seperti halnya Kementerian Pendidikan, FIM (Federasi yang menaungi ajang MotoGP-red) juga memiliki tanggung jawab, yaitu bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan balapan MotoGP itu sendiri, termasuk kelayakan semua pembalap beserta motor dan kru mekaniknya. Tujuannya adalah agar terjadi sebuah balapan yang bermutu, sehat dan seimbang. Jika ada yang tidak memenuhi standar kelayakan, tentu dia tidak serta merta “dipaksa” untuk ikut balapan.
Read more ...

Rabu, 04 Maret 2015

Sekolah Bukan Tempat Rumpi

Sekolah sejatinya adalah tempat untuk belajar. Tempat para siswa belajar mengenal sesuatu yang baru. Belajar melakukan hal-hal baru. Belajar memasuki dunia baru. Sekolah adalah tempat bagi mereka menemukan inspirasi. Sesuatu yang membuat mereka terinspirasi.

Anak Sekolah
Sekolah adalah Tempat untuk Belajar
Sekolah juga merupakan tempat untuk belajar. Bagi para guru. Sekolah adalah tempat bagi mereka untuk belajar mengajar, belajar mendidik. Belajar menemukan cara yang tepat untuk mengenalkan sesuatu yang baru pada siswa-siswanya. Belajar bagaimana mengajari mereka melakukan hal-hal baru. Belajar mendampingi mereka memasuki dunia baru. Sekolah adalah tempat bagi para guru untuk menjadi sosok inspiratif. Agar siswa-siswanya terinspirasi. Karena guru memang sudah seharusnya menjadi inspirasi bagi siswa-siswanya.
Read more ...

Sabtu, 28 Februari 2015

Belajar Kritis: Korupsi Makin Sadis, Indonesia Makin Kritis

Belakangan ini saya banyak menghabiskan waktu dengan duduk manis di depan TV, nyuput kopi, pegang-pegang remote sambil gonta-ganti channel tivi. Biar nggak terlalu nonsense kegiatan nonton TV nya, saya menghindari acara-acara yang tak sehat dan memilih acara yang menurut saya bermanfaat. Dan salah satu yang saya tonton adalah berita, baik yang di MetroTivi maupun yang di tivinya Bakrie. Biar nggak jeleh karena kebanyakan dijejali berita, saya selingi dengan nonton acara hiburan di NET. (karena di sini hiburannya lebih cerdas dan berkelas).

Anti Korupsi
Korupsi Makin Sadis
Setelah banyak mengkonsumsi berita nasional akhir-akhir ini, saya mencatat ada beberapa isu yang sedang banyak diperbincangkan di mana-mana, mulai dari warung-warung angkringan pinggir jalan sampai kedai kopi orang gedongan. Ada fenomena batu akik yang lagi digandrungi orang Indonesia mulai dari anak abege yang masih esempe sampe konglomerat kece yang mainnya duit gede. Ada juga kabar maraknya pembegalan yang menimpa warga, mulai dari mahasiswa sampai ibu-ibu yang baru pulang kerja. Lalu ada lagi kasus yang terjadi di dunia penerbangan Indonesia, kecelakaan pesawat AirAsia di perairan Jawa dan pesawat LionAir yang tempo hari menelantarkan penumpangnya.
Read more ...

Rabu, 25 Februari 2015

Hobi dan Passion, Mana yang Mendatangkan Uang?

Banyak orang mengatakan bahwa melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan hobi akan mendatangkan uang lebih mudah. Banyak juga yang bilang bahwa jika ingin menghasilkan uang lebih banyak, lakukanlah pekerjaan yang sesuai dengan passion. Yang pertama hobi, yang kedua passion. Apa bedanya antara hobi dan passion? Mana yang benar-benar bisa mendatangkan uang? Atau malah bisa dua-duanya?

Sejak kecil saya hobi bermain sepakbola. Baik dengan teman sekolah maupun dengan teman sekampung, saya selalu bersemangat untuk bermain bola. Tiap mengisi biodata pun, saya dengan mantap menulis kata sepakbola. Saya juga tak ragu untuk membeli sepatu sepakbola mahal dan bermerk karena saya ingin lebih nyaman saat bermain.

Hobi Futsal
Hobi Bermain Futsal
Sekarang muncul yang namanya futsal, olahraga yang mirip dengan sepakbola. Seperti halnya sepakbola, saya pun hobi bermain futsal. Dari kawan kuliah, teman kos, rekan kerja, tetangga sekampung, sampai anak-anak satu komunitas, pernah menjadi partner bermain futsal saya. Lagi-lagi, saya juga tak ragu untuk membeli sepatu futsal bukan kualitas KW. Rasanya puas dan menyenangkan saja jika bermain futsal dengan atribut lengkap dan berkualitas.
Read more ...

Rabu, 18 Februari 2015

Alasan Utama Menjadi Guru

Dulu menjadi guru masih dipandang sebelah mata. Alasannya apa lagi kalau bukan gaji guru yang kecil. Saat saya masih SMA dulu, sedikit sekali yang menyatakan diri ingin kuliah di jurusan pendidikan dan ingin menjadi guru. Kebanyakan lebih memilih kuliah di universitas-universitas non-pendidikan, meski bukan negeri. Menjadi dokter, arsitek, akuntan, atau ahli komputer masih menjadi primadona saat itu. Betapa tidak, profesi-profesi itu menjanjikan gaji yang lebih besar dibanding gaji guru. Saat itu, gaji memang masih menjadi orientasi utama anak SMA dalam memilih profesi apa yang akan mereka jalani kelak.

Guru SM3T
Apa Alasan Menjadi Guru?
Tapi apakah gaji atau materi saja yang perlu dipertimbangkan? Mengapa menjadi guru banyak disepelekan saat itu? Meski saya sebenarnya masih baru belajar menjadi guru, tapi saya mencoba memberikan 2 alasan utama menjadi guru.
Read more ...

Minggu, 15 Februari 2015

Orang Baik Juga Kena Banjir

Tempo hari saya memergoki salah seorang warga sekampung yang sedang membuang sampah rumah tangga di sungai yang mengalir di desa kami. Tidak cuma sekali dua kali, tapi kebiasaan tidak baik ini sudah dia lakukan berulang kali. Padahal sudah ada tempat pembuangan sampah desa yang seminggu sekali diambil sampahnya oleh petugas dinas kebersihan untuk dibawa ke tempat pembuangan akhir. Yang membuat saya heran, dia padahal termasuk orang yang tekun beribadah di desa kami. Dia rajin pergi ke tempat ibadah. Hampir setiap hari. Namun satu yang sangat disayangkan, kenapa dia membuang sampah di sungai.

Sungai Gunung
Sungai yang Mengalir di Desaku
Desa kami terletak di kawasan dataran tinggi. Tidak jauh dari pegunungan Dieng, Wonosobo. Sungai yang mengalir di desa kami lumayan besar, airnya jernih dan selalu mengalir lancar. Jauh terlihat lebih baik dibanding sungai-sungai yang ada di kota besar seperti Jakarta. Dengan kondisi sungai seperti itu dan daerah kami yang berada di dataran tinggi, kecil kemungkinan terjadi banjir atau sungai meluap di desa kami. Pernah sih sungai meluap saat turun hujan lebat selama berhari-hari, namun tak mengakibatkan banjir seperti yang sering kita lihat di Jakarta hampir setiap tahun.
Read more ...

Selasa, 10 Februari 2015

Efek dan Daya Magis Suguhan Kopi Kalimantan

Kopi adalah semacam minuman yang bisa menimbulkan berbagai macam efek bagi peminumnya dan juga orang-orang di sekitarnya. Entah itu efek positif atau efek negatif. Entah itu karena kopi memang benar-benar mengandung semacam zat kimia yang bereaksi terhadap peminumnya atau karena sugesti belaka. Karena kemampuan menimbulkan efek itulah, kedudukan kopi tidak hanya dijadikan sebagai sebuah hidangan, tapi juga bisa memiliki tujuan lain.

Di beberapa bagian di Kalimantan misalnya, kopi sudah menjadi suguhan utama dari tuan rumah untuk para tamunya. Mereka beranggapan kopi bisa menambah keakraban saat dinikmati bersama-sama. Jika ada suatu kerja bakti di kampung-kampung di Kalimantan, kopi juga menjadi bagian penting di dalamnya. Saat jeda kerja bakti, minum kopi bersama-sama seolah menjadi satu keharusan. Tak lengkap jika kerja bakti tanpa disuguhi kopi. Bisa-bisa tidak ada lagi yang mau kerja bakti.

Selain untuk melepas dahaga, minum kopi bersama-sama di sela-sela kesibukan seperti kerja bakti akan mencairkan suasana dan menambah semangat untuk kembali bekerja. Senang rasanya melihat orang-orang bercengkerama melepas lelah sambil minum kopi. Dengan kopi, mereka nampak semakin akrab seolah tak ada beban hidup yang harus mereka tanggung. Sekali lagi, entah itu karena kopi memang benar-benar mengandung semacam zat kimia yang bereaksi terhadap peminumnya atau karena sugesti belaka.

Minum kopi
Masyarakat Dayak Punan Minum Kopi di Sela-sela Kerja Bakti
Masih di Kalimantan, kopi juga menjadi satu minuman yang disakralkan. Sudah menjadi rahasia umum jika pulau ini terkenal dengan kekuatan magisnya. Melalui media seperti kopi, hal-hal yang tidak logis atau di luar nalar bisa saja terjadi. Saya adalah salah satu yang pernah diperingatkan oleh seorang alim untuk hati-hati terhadap suguhan kopi selama di Kalimantan. Beliau berpesan untuk jangan sekali-kali meremehkan daya magis yang ada di pulau ini, termasuk daya magis yang ada dalam suguhan kopi. Daya magis yang bisa membuat siapa saja tidak mau kembali lagi ke kampung halaman. Bahkan bisa membuat siapa saja celaka bagi yang menyepelekan.

Meski begitu, jangan juga lantas menolak suguhan kopi begitu saja di Kalimantan. Ini satu informasi penting bagi siapa saja yang belum pernah ke Kalimantan. Jangan pernah menolak minuman atau makanan apapun yang ditawarkan oleh orang Kalimantan. Minumlah walau hanya seteguk. Makanlah walau hanya satu gigitan. Jika khawatir terkena daya magis, berlindung kepada Yang Maha Kuasa adalah solusi terbaik.

Memangnya kenapa kalau menolak? Saya pun pernah berpikiran seperti itu. Salah seorang kawan saya, pernah berkunjung ke rumah seorang nenek di Desa Sempayang, Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara. Nama beliau Nenek Liyu. Seperti biasa, suguhan kopi selalu dihidangkan untuk para tamu. Beliau senang bukan kepalang saat menyaksikan kawan saya meminum kopi hangat yang disuguhkan. Meski sebetulnya bukan karena takut daya magisnya, tapi lebih karena dahaga dan hawa dingin saat itu.

Nenek Liyu lalu berujar, ”Jadi di sini, apapun yang disuguhkan pemilik rumah, harus diminum atau dimakan. Jika menolak, maka dia akan tertimpa sial. Apalagi jika yang disuguhkan kopi, sialnya bisa lebih parah, bahkan digigit buaya.

Agaknya peribahasa populer Dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung tepat sekali disematkan pada fenomena suguhan kopi Kalimantan. Dari manapun kita berasal, tradisi, budaya, adat istiadat, atau kepercayaan apapun dari warga setempat haruslah dihormati, meski tak sejalan dengan latar belakang kita sekalipun. Jangan pernah disepelekan, jika tidak ingin dicelakakan.

Firdaus Laili, 9 Februari 2015
Read more ...

Jumat, 30 Januari 2015

Humor Cerdas vs Lawakan Sampah

Stand Up Comedy Metro TV
Pandji Pragiwaksono StandUp Comedy
Salah satu tujuan orang punya TV di rumah adalah untuk hiburan. Makanya hampir semua stasiun TV pasti punya acara atau tayangan hiburan. Sebuah stasiun TV tentu akan sangat membosankan jika acaranya serius terus. Misalnya dari subuh sampe tengah malem, beritaaa terus, pasti menjenuhkan bukan? Makanya ada Stand Up Comedy di Metro TV.

Read more ...

Minggu, 25 Januari 2015

Jadi Penulis Makin Mudah

Buku Novel
Let's read and write your own books 
Kemarin menjelang siang saya mampir di pameran buku yang beberapa waktu yang lalu sudah sempat saya kunjungi. Jadi saya maen lagi ke sana, siapa tau nemu buku bagus. Disitu sedang ada lumayan banyak anak SD, kebanyakan dari mereka sedang melihat-lihat buku cerita anak-anak. Adik sepupu saya yang jadi EO book fair ini terlihat sedang asyik ngobrol sama partner nya, seseorang dari sebuah percetakan buku di Jogja. Mungkin mereka sedang ngomongin proyekan ke depan setelah melihat ramenya event mereka kali ini.

Setelah sedikit ngobrol sama adik sepupu saya ini, saya muter-muter nyari buku yang saya sendiri belum tau mau nyari buku apa. Ada satu deretan buku dimana di situ ada beberapa anak SD berseragam batik sedang asyik memilih-milih. Saya pun berhenti di situ, penasaran pengen tahu buku seperti apa yang membuat mereka ngumpul di situ. Rupanya yang sedang mereka pegang-pegang itu adalah buku-buku cerita rakyat dan cerita anak-anak. Buku-buku ini semuanya tipis dan harganya murah. Kalo tebal dan mahal, pasti anak SD tidak tertarik dan tidak akan mampu membelinya.

Read more ...

Kamis, 22 Januari 2015

Follow Tokoh Idola Kamu

Quote alm Bob Sadino
Almarhum Bob Sadino, Tokoh Idola yang Inspiratif
Setiap orang pasti punya tokoh idola, biasanya adalah seorang public figure. Bisa artis, tokoh politik, pahlawan nasional, atau pemain bola. Selain public figure, tokoh idola juga bisa datang dari orang-orang yang ada di sekitar kita, misalnya orang tua, teman, atau rekan kerja.

Seseorang bisa menjadi idola biasanya karena dia telah menginspirasi orang yang mengidolakannya. Misalnya, almarhum Bob Sadino. Beliau menjadi seorang tokoh idola karena telah menginspirasi banyak orang untuk berwirausaha.

Tapi ternyata tidak selalu tokoh idola memberikan inspirasi atau pengaruh yang positif kepada penggemarnya. Contohnya, banyak orang yang mengidolakan artis terkenal hanya karena artis tersebut cantik atau ganteng. Celakanya, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak muda kita. Mereka meniru tokoh idolanya yang sering mereka lihat di TV. Entah itu cara berpakaian, cara berkelakuan, atau bahkan cara berbicara.

Read more ...

Selasa, 20 Januari 2015

Balada Anak Kos: Fight Against Discomfort

Fight Against Discomfort (Model: Suryo Wiwoho
Apakah hidup kalian sudah nyaman sekarang? Pernahkan kalian hidup dalam ketidaknyamanan? Jika kalian mahasiswa atau pernah jadi mahasiswa yang kuliah di luar kota, berarti mungkin kalian pernah merasakan apa itu ketidaknyamanan. Banyak sekali mahasiswa baru yang harus mulai tinggal sendiri di kos-kosan yang jauh dari orang tua. Saya sendiri dulu juga pernah mengalaminya.

Yang biasanya pagi-pagi di rumah sudah disiapin sarapan, tiba-tiba harus menghadapi suatu pagi di kos tidak ada makanan sama sekali untuk dimakan. Lalu harus nahan lapar sampe sekitar jam 10 jam 11. Jam-jam nanggung segitu barulah nyari warung makan biar nggak perlu makan siang. Anak kosan kan biasanya makan dua kali sehari, makan di jam-jam nanggung sama makan malam. Yang tiga kali sehari berarti beasiswa dari orang tuanya banyak. No protes!

Kalo sore, anak kosan kembali tersiksa. Sebetulnya perut sudah kriuk-kriuk tapi kalo makan, ntar malamnya laper lagi. Akhirnya mie instan jadi pilihan. Itupun masaknya cuma dipanasin pake air dispenser. Yang penting bisa buat ngeganjel perut.

Read more ...

Tips Buat Mahasiswa Perantauan

Mapala UNY di Gunung Lawu (Sumber: madawirna-uny.blogspot.com)
Kuliah di kota besar sudah menjadi impian hampir semua anak SMA di Indonesia. Di sanalah mereka bisa melanjutkan studi di universitas-universitas terbaik dambaan mereka. Tak heran jika puluhan ribu lulusan SMA berbondong-bondong datang ke kota-kota besar tiap tahunnya. Mereka bersaing agar bisa kuliah di kampus yang mereka inginkan.

Tapi, dibalik dunia perkuliahan di kampus, banyak masalah di luar kampus yang dihadapi oleh para mahasiswa terutama yang berasal dari daerah. Mulai dari masalah pergaulan, keuangan, sampai masalah asmara. Oleh sebab itu, berikut saya coba berbagi tips buat mahasiswa perantauan yang mungkin bisa dicoba agar masa kuliah kalian bisa lebih bermakna.

Pertama, jangan hanya berada di lingkaran teman sekelas dan teman satu kos. Cari komunitas baru, entah itu di kampus atau di luar kampus. Kalian bisa bergabung dengan komunitas yang berkaitan dengan hobi kalian. Misalnya, yang suka naik gunung, bergabunglah dengan Mapala (Mahasiswa Pencinta Alam). Yang suka olahraga, bisa ikut UKM olahraga yang sesuai minat.

Di luar kampus, kalian bisa join komunitas penggemar fotografi bagi yang suka motret. Atau boleh juga ikutan komunitas fans klub bola. Intinya, carilah komunitas baru, utamanya yang sesuai dengan interest masing-masing, lalu bergabunglah. Tujuannya biar relasi atau kenalan tambah banyak. Yakin deh, ntar kalian bakal ngerasain manfaatnya.

Read more ...

Senin, 19 Januari 2015

Bagaimana Cara Anda Bersyukur?

Sholat Sebagai Wujud Syukur (Lokasi: Masjid AAU Yogyakarta)
Apa sih definisi bersyukur menurut Anda?

Tentu kata bersyukur sudah tidak asing lagi di telinga kita. Ajakan-ajakan untuk selalu bersyukur juga sering kita dengar. Apalagi pas kita dapet rezeki atau pas ngeliat orang lain yang tidak lebih beruntung dari kita. Kata bersyukur semakin melekat di telinga dan mulut kita. Kita harus bersyukur, bersyukur, dan bersyukur atas karunia yang telah Tuhan berikan. Atas fisik yang sempurna. Atas keluarga yang selalu menyayangi kita. Atas pendidikan yang kita miliki. Atas semua harta yang kita punya. Semuanya.

Mungkin banyak yang sudah tahu bahwa dengan bersyukur maka nikmat yang Tuhan berikan akan ditambah, bahkan dilipatgandakan. Sebaliknya, jika tidak bersyukur atau kufur nikmat maka nikmat itu akan dicabut. Bahkan akan dapat adzab yang pedih. Kata-kata itu yang selalu menjadi penyemangat kita untuk selalu bersyukur.

Tapi sebenarnya bagaimana sih cara bersyukur yang benar? Apa sebatas di mulut saja kita harus mengucap syukur? Apa yang penting ngucapin Alhamdulillah? Itu yang semestinya kita pahami dengan baik. Agar kita selalu mendapat nikmat dari Tuhan. Bukankah itu yang kita semua inginkan?

Read more ...

Minggu, 11 Januari 2015

Nonton TV, Perlukah?

Di jaman yang sudah serba modern seperti sekarang, TV bukan lagi menjadi kebutuhan Tersier tetapi sudah beralih menjadi kebutuhan sekunder bahkan primer. Betapa tidak, hampir semua rumah, mulai dari rumah mewah sampai rumah sangat sederhana di pedesaan, terdapat TV di dalamnya. Bahkan, di pelosok negeri seperti di pedalaman Kalimantan sekalipun, di mana tidak ada listrik dan sinyal HP, mereka berusaha untuk mempunyai TV di rumah mereka. Padahal tidak ada listrik, lalu bagaimana menghidupkannya? Mereka memakai mesin genset, walaupun tidak bisa hidup setiap hari, tergantung mereka punya bensin atau tidak (saya tahu karena saya pernah hidup di pedalaman Kalimantan selama hampir satu tahun).

Dilihat dari durasi atau lamanya sebuah TV menyala, justru TV yang ada di rumah-rumah sederhana di pedesaan atau yang ada di rumah-rumah milik golongan menengah ke bawah yang lebih lama menyala. Orang-orang kota yang tergolong berpendidikan dan sudah mengenyam pendidikan tinggi, cenderung jarang menonton TV. Padahal, dari segi finansial mereka berkecukupan dan memiliki TV yang lebih bagus. Meski begitu, orang desa juga ada yang tidak suka menonton TV. Mereka yang tidak suka menonton TV biasanya lebih memilih untuk melakukan hal-hal lain yang lebih bermanfaat seperti bekerja atau belajar daripada menonton TV. Mereka hanya menyalakan TV seperlunya saja, ketika ada informasi berita yang dibutuhkan atau ketika butuh hiburan. Itu pun seperlunya dan secukupnya saja. Orang barat juga rupanya memiliki kebiasaan seperti itu. Mereka tidak ingin banyak membuang waktu dengan menonton acara TV yang tidak bermanfaat.

Acara-acara TV di Indonesia saat ini banyak yang tidak bermanfaat, tidak mendidik, bahkan cenderung "meracuni" penontonnya. Mungkin sekarang dunia pertelevisian Indonesia sedang berada pada titik keterpurukan. Banyak tayangan-tayangan yang tidak memberikan manfaat sama sekali atau lebih banyak sisi negatifnya. Acara Infotainment yang memberitakan perceraian artis atau menayangkan kehidupan glamor para artis sungguh memprihatinkan. Parahnya, ternyata tayangan "racun" seperti itu banyak yang menonton! Kebanyakan dari kalangan menengah ke bawah dan mereka yang tidak berpendidikan tinggi. Baru-baru ini, saya dengar ada tayangan "Live" resepsi pernikahan mewah sepasang artis. What the hell. Ini benar-benar sebuah pembodohan. Malah, saya dengar ada juga yang tidak mau kalah mau menayangkan secara "Live" proses persalinan. Ini apa-apaan! Kalau begini, saya jual saja TV yang ada di rumah saya.

Acara Pembodohan Massal
Tempo hari, saya mampir di sebuah acara talk show dimana bintang tamunya adalah seorang artis cantik yang memakai rok super mini. Padahal, jam tayangnya adalah jam dimana anak-anak sekolah belum tidur. Rok-rok mini seperti ini juga bisa Anda lihat dalam acara-acara ajang pencarian bakat. Bukan hanya pesertanya, jurinya pun juga sering mengenakan pakaian yang sangat minimalis. Belum lagi pakaian-pakaian yang ada di acara-acara joget. Budaya timur yang santun dalam berpakaian seolah sudah tidak terlihat lagi. Tren dalam berpakaian yang dipertontonkan oleh para artis cenderung meniru budaya barat. Celakanya, gaya berpakaian seperti itu mulai ditiru anak-anak muda kita sekarang. Mereka berpakaian meniru artis-artis yang mereka lihat di TV.

Saya melakukan sedikit penelusuran di desa-desa, sebenarnya tayangan apa yang mereka tonton setiap harinya. Hasilnya, kebanyakan dari mereka memilih acara-acara yang tidak bermanfaat seperti sinetron. Kalau sinetron jaman dulu masih bagus dan ada manfaatnya, contohnya Si Doel Anak Sekolahan. Sinetron jaman sekarang yang "ternyata" banyak penontonnya adalah sinetron yang didalamnya terdapat adegan mengeluarkan jurus semacam tenaga dalam untuk melawan ular besar, kemudian naik burung besar untuk pergi ke mana-mana. Pathetic! Stasiun-stasiun TV yang menayangkan acara-acara tidak bermutu seperti itu hanya mempedulikan rating. Karena ternyata banyak penontonnya tadi, mereka tetap menayangkannya, tanpa mempedulikan apa dampak negatifnya. 

Semenjak pilpres 2014 kemarin, saya semakin sedikit menonton TV. Sebelumnya, saya sering menonton berita di dua stasiun TV yang memang spesialis TV berita. Tapi, pilpres kemarin membuat dua stasiun TV tadi kelihatan kedoknya. Ada kepentingan dibalik berita-berita yang mereka tayangkan. Selain itu, atas nama rating, mereka berani menayangkan gambar yang seharusnya tidak boleh ditayangkan. Contohnya, gambar korban tragedi AirAsia QZ8501 akhir Desember kemarin. Tapi, masih ada kok acara-acara TV yang bermanfaat. Beberapa acara di NET. misalnya. Acara berita di stasiun TV yang satu ini juga lebih berimbang ketimbang yang ada di dua stasiun TV berita tadi. Jika kalian butuh hiburan, terutama anak muda, mungkin acara The Comment di NET. bisa kalian tonton. Asal jangan berlebihan tentunya. Satu acara yang saya sukai di stasiun TV ini adalah Lentera Indonesia. Acara-acara seperti ini bisa membuat masyarakat melihat bahwa pendidikan di Indonesia masih sangat tidak merata. Selain itu, bagi yang suka traveling, Anda bisa melihat sisi pedalaman Indonesia melalui acara ini. (fila174)
Read more ...

Sabtu, 02 Juni 2012

Said Aqil = Gus Dur ?

Prihatin rasanya ngeliat banyak yang ngasih komen di dunia maya seenaknya sendiri apalagi untuk orang2 terhormat dengan kata2 yang tidak sepantasnya. Ane baca2 sedikit beberapa artikel mengenai ketua PBNU Dr. Said Aqil Siradj dimana beliau kasih pernyataan2 kontroversial. Beberapa diantaranya adalah ketika beliau kasih pernyataan bahwa warga NU gak akan goyah imannya meski nonton Lady Gaga.Lalu pernyataan bahwa ajaran Syi'ah tidak berbahaya dimana dulu beliau sendiri yang menyimpulkan di disertasinya bahwa ajaran ini berbahaya. Yang paling gres adalah pernyataannya bahwa tidak boleh ada lagi aspirasi pendirian negara islam karena pancasila sendiri sudah sesuai dengan syariat.Pernyataan2 beliau ini menimbulkan banyak kontroversi karena banyak yang pro dan kontra.

Kang Said Aqil Siradj
Ane sendiri bukannya ngedukung Pak Said Aqil tapi ane prihatin dengan kata2 kasar di Internet yang sering ditujukan kepada orang2 yang seharusnya kita hormati sebagai pemimpin semisal pak SBY, termasuk pak Said Aqil. Gimanapun juga ketua PBNU ini orang yang spesial, lain daripada lain, menurut saya.

Gak mungkin lah kyai2 besar NU milih dia kalo gak ada yang spesial. Beliau adalah seorang doktor dari Ummu al-Qura, jurusan Aqidah/Filsafat Islam di Mekah Arab Saudi dan mungkin beliau adalah seorang ahli kitab dan hadist (ane belum cari tahu lebih lanjut tentang beliau). Jadi kalo menurut ane sih apa yang dibicarakan beliau ya sudah tingkat perguruan tinggi ke atas. Kalo yang masih "SD, TK, apalagi PAUD" seperti ane ya mending belajar lagi dulu sebelum kasih komen.

Ane jadi keingat Gusdur kalo liat kontroversi2 yang dilontarkan Pak Said Aqil. Mungkin pemikiran2 kedua orang "aneh" ini dan apa yang mereka lontarkan ke publik belum bisa dicerna oleh orang awam dengan wawasan yang masih odong odong. Kalo menurut ane, waktu lah yang akan menjawab. Di masa Gusdur masih "sugeng", beliau sering sekali bikin kontroversi tapi waktu membuktikan bahwa "keanehan" beliau menjadi diterima publik. Ini juga yang saat ini ane liat pada KH. Said Aqil Siradj. Waktu pasti akan menjawab pernyataan2 beliau.
Read more ...

Minggu, 20 Mei 2012

Smartfren Anti Lelet


Smartfren Anti Lelet
Sekitar 4 bulan yang lalu saya membeli modem smartfren dari salah seorang sahabat lama saya. Saya beli modem ke teman saya itu karena di satu sisi saya memang sedang butuh modem dan di sisi lain kebetulan teman saya ini memang sedang mau menjual modemnya karena saat itu dia sedang beralih ke modem lain yaitu telkomsel flash yang katanya lebih cepat. Sewaktu saya ambil modem smartfren di rumah teman saya ini, saya coba tes kecepatan untuk membuka video di youtube dan menurut saya lumayan untuk ukuran modem dial up. Tapi ketika saya lihat teman saya membuka video youtube memakai telkomsel flash, hasilnya memang lebih cepat. Tapi waktu itu saya cuma punya uang terbatas dan untuk membeli modem selain smartfren teman saya itu, saya tidak bisa. Teman saya menjual modem smartfren ke saya 150 padahal harga barunya lebih dari 200. Padahal dia baru beli modem itu belum ada satu bulan. Tanpa berpikir panjang langsung saya beli.

Bulan pertama saya pakai, menurut saya lumayan lah. Untuk download kecepatannya rata rata bisa sekitar 30 – 50 kbps dan jarang down. Mungkin dalam satu minggu cuma satu atau dua kali ada masalah dengan sinyal. Tapi selebihnya bisa stabil. Tiap bulan saya keluarkan 100rb untuk beli pulsa karena saya biasa memakai paket yang 90rb untuk 30 hari. Sebelum seminggu terakhir ini, lancar lancar saja. Tapi seminggu terakhir, saya benar benar merasakan kekecewaan pada modem saya yang satu ini. Padahal sinyalnya lumayan tapi untuk buka facebook saja lemotnya minta ampun. Jika dilihat dari ping google, selalu request time out. Padahal baru beberapa hari yang lalu saya beli pulsa seperti biasa dan saya paketkan juga seperti biasa.

Beberapa bulan yang lalu saya sering sekali ditawari seseorang yang bekerja di telkom untuk pasang speedy. Tapi waktu itu saya selalu menolaknya karena saya masih belum kecewa dengan modem saya yang punya slogan I hate slow itu. Sekarang saya benar benar sedang berpikir untuk meninggalkan modem yang telah menemani saya selama sekitar 4 bulan terakhir ini. Mungkin saya cuma satu dari ribuan pengguna smartfren yang merasakan kekecewaan atas layanan yang diberikan. Dilema yang sedang saya hadapi adalah jika pasang speedy maka saya harus keluarkan uang lebih banyak per bulan dan tidak bisa berhenti berlangganan seenaknya saja. Tapi di satu sisi saya benar benar sudah dikecewakan sama smartfren. Dan di sisi lain bulan bulan ini saya punya pekerjaan sambilan yang mengharuskan saya terhubung dengan internet setiap hari. Itulah kenapa saya sangat butuh modem yang benar benar bisa memuaskan saya tapi tentu dengan tarif yang pas dengan kantong saya yang terbatas hehe.
Read more ...

Sabtu, 15 Oktober 2011

Success Without Cigar

Salah seorang sahabat terdekatku sekarang bekerja di BFI Finance Indonesia. Sebelumnya, dia bekerja di sebuah hotel terkemuka di Purwokerto. Namun karena lingkungan yang buruk, dia memutuskan untuk resign. Sebelumnya lagi, dia menjadi salah satu gardu depan Dagadu Djogja. Salah seorang sahabat terdekatku yang lain sekarang bekerja di Superindo Jakarta. Sebelumnya dia sempat diterima di sebuah bank swasta di Jogja. Dia lulusan UGM dengan predikat cumlaude. Sewaktu lulus SMA, dia juga sebenarnya diterima di Unsoed melalui jalur SPMB, namun dia memilih masuk UGM.

Satu lagi sahabat lamaku tahun lalu diterima menjadi CPNS di Magelang. Sebelumnya dia bekerja sebagai supervisor di Alfamart Jogja. Baru-baru ini seorang sahabat baruku mendapat panggilan untuk tes masuk BRI. Aku juga sebenarnya memasukkan lamaran bareng dia, namun aku belum mendapat panggilan. Selain mereka, masih ada beberapa lagi sahabat-sahabatku yang sudah meraih kesuksesan.

Jika aku cermati, semua sahabatku tadi adalah tipe orang yang serius dalam menatap masa depan mereka. Artinya, mereka bukan orang yang terlalu banyak neko-neko dalam hidup mereka dan selalu menyertakan doa dalam setiap usaha mereka. Mungkin itu sudah menjadi kunci sukses yang kebanyakan orang sudah mengetahuinya. Tapi yang menarik perhatianku adalah bahwa "mereka semua BUKAN PEROKOK !!!" Ya mereka bukanlah perokok.

Aku tidak tahu apa ini ada korelasinya atau tidak, namun mungkin ini adalah salah satu cara Tuhan menunjukkan padaku bahwa dengan tidak merokok, seseorang telah sangat bersyukur akan apa yang telah Tuhan berikan, yaitu organ tubuh yang sehat dan uang tentunya. Mungkin Tuhan memang tidak akan memberikan pekerjaan bagus kepada seorang perokok karena Dia tahu uang penghasilannya banyak yang akan dihabiskan untuk rokok dan tubuh sehatnya yang seharusnya untuk berdedikasi pada pekerjaanya justru akan dirusak oleh asap rokok. Mungkin anda juga akan jarang menjumpai orang sukses yang perokok. Just Saying.
Read more ...

Selasa, 02 Februari 2010

Use Facebook Wisely

Facebook
Use Facebook Wisely (source: theguardian.com)
Facebook, recently, has become the most popular site in our country. Almost all people here, particularly young people, already have accounts of Facebook. Nowadays, most of people here who are in a Warnet must be visiting Facebook site. In fact, that site gives negative impacts to the visitors or what so-called Facebookers.
Read more ...