Prihatin rasanya ngeliat banyak yang ngasih komen di dunia maya
seenaknya sendiri apalagi untuk orang2 terhormat dengan kata2 yang tidak
sepantasnya. Ane baca2 sedikit beberapa artikel mengenai ketua PBNU Dr. Said Aqil Siradj dimana beliau kasih pernyataan2 kontroversial. Beberapa diantaranya adalah ketika beliau kasih pernyataan bahwa warga NU gak akan goyah imannya meski nonton Lady Gaga.Lalu
pernyataan bahwa ajaran Syi'ah tidak berbahaya dimana dulu beliau
sendiri yang menyimpulkan di disertasinya bahwa ajaran ini berbahaya. Yang paling gres adalah pernyataannya bahwa tidak boleh ada lagi
aspirasi pendirian negara islam karena pancasila sendiri sudah sesuai
dengan syariat.Pernyataan2 beliau ini menimbulkan banyak kontroversi karena banyak yang pro dan kontra.
![]() |
| Kang Said Aqil Siradj |
Ane
sendiri bukannya ngedukung Pak Said Aqil tapi ane prihatin dengan kata2
kasar di Internet yang sering ditujukan kepada orang2 yang seharusnya
kita hormati sebagai pemimpin semisal pak SBY, termasuk pak Said Aqil. Gimanapun juga ketua PBNU ini orang yang spesial, lain daripada lain, menurut saya.
Gak mungkin lah kyai2 besar NU milih dia kalo gak ada yang spesial. Beliau
adalah seorang doktor dari Ummu al-Qura, jurusan Aqidah/Filsafat Islam
di Mekah Arab Saudi dan mungkin beliau adalah seorang ahli kitab dan
hadist (ane belum cari tahu lebih lanjut tentang beliau). Jadi kalo menurut ane sih apa yang dibicarakan beliau ya sudah tingkat perguruan tinggi ke atas. Kalo yang masih "SD, TK, apalagi PAUD" seperti ane ya mending belajar lagi dulu sebelum kasih komen.
Ane jadi keingat Gusdur kalo liat kontroversi2 yang dilontarkan Pak Said Aqil.
Mungkin pemikiran2 kedua orang "aneh" ini dan apa yang mereka lontarkan
ke publik belum bisa dicerna oleh orang awam dengan wawasan yang masih
odong odong. Kalo menurut ane, waktu lah yang akan menjawab. Di
masa Gusdur masih "sugeng", beliau sering sekali bikin kontroversi tapi
waktu membuktikan bahwa "keanehan" beliau menjadi diterima publik. Ini juga yang saat ini ane liat pada KH. Said Aqil Siradj. Waktu pasti akan menjawab pernyataan2 beliau.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar