Sabtu, 02 Juni 2012

Said Aqil = Gus Dur ?

Prihatin rasanya ngeliat banyak yang ngasih komen di dunia maya seenaknya sendiri apalagi untuk orang2 terhormat dengan kata2 yang tidak sepantasnya. Ane baca2 sedikit beberapa artikel mengenai ketua PBNU Dr. Said Aqil Siradj dimana beliau kasih pernyataan2 kontroversial. Beberapa diantaranya adalah ketika beliau kasih pernyataan bahwa warga NU gak akan goyah imannya meski nonton Lady Gaga.Lalu pernyataan bahwa ajaran Syi'ah tidak berbahaya dimana dulu beliau sendiri yang menyimpulkan di disertasinya bahwa ajaran ini berbahaya. Yang paling gres adalah pernyataannya bahwa tidak boleh ada lagi aspirasi pendirian negara islam karena pancasila sendiri sudah sesuai dengan syariat.Pernyataan2 beliau ini menimbulkan banyak kontroversi karena banyak yang pro dan kontra.

Kang Said Aqil Siradj
Ane sendiri bukannya ngedukung Pak Said Aqil tapi ane prihatin dengan kata2 kasar di Internet yang sering ditujukan kepada orang2 yang seharusnya kita hormati sebagai pemimpin semisal pak SBY, termasuk pak Said Aqil. Gimanapun juga ketua PBNU ini orang yang spesial, lain daripada lain, menurut saya.

Gak mungkin lah kyai2 besar NU milih dia kalo gak ada yang spesial. Beliau adalah seorang doktor dari Ummu al-Qura, jurusan Aqidah/Filsafat Islam di Mekah Arab Saudi dan mungkin beliau adalah seorang ahli kitab dan hadist (ane belum cari tahu lebih lanjut tentang beliau). Jadi kalo menurut ane sih apa yang dibicarakan beliau ya sudah tingkat perguruan tinggi ke atas. Kalo yang masih "SD, TK, apalagi PAUD" seperti ane ya mending belajar lagi dulu sebelum kasih komen.

Ane jadi keingat Gusdur kalo liat kontroversi2 yang dilontarkan Pak Said Aqil. Mungkin pemikiran2 kedua orang "aneh" ini dan apa yang mereka lontarkan ke publik belum bisa dicerna oleh orang awam dengan wawasan yang masih odong odong. Kalo menurut ane, waktu lah yang akan menjawab. Di masa Gusdur masih "sugeng", beliau sering sekali bikin kontroversi tapi waktu membuktikan bahwa "keanehan" beliau menjadi diterima publik. Ini juga yang saat ini ane liat pada KH. Said Aqil Siradj. Waktu pasti akan menjawab pernyataan2 beliau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar