Kopi adalah semacam minuman yang bisa menimbulkan berbagai macam efek bagi
peminumnya dan juga orang-orang di sekitarnya. Entah itu efek positif atau efek
negatif. Entah itu karena kopi memang benar-benar mengandung semacam zat kimia yang
bereaksi terhadap peminumnya atau karena sugesti belaka. Karena kemampuan menimbulkan
efek itulah, kedudukan kopi tidak hanya dijadikan sebagai sebuah hidangan, tapi
juga bisa memiliki tujuan lain.
Di beberapa bagian di Kalimantan misalnya, kopi sudah menjadi suguhan utama dari tuan rumah untuk para tamunya.
Mereka beranggapan kopi bisa menambah keakraban saat dinikmati bersama-sama. Jika
ada suatu kerja bakti di kampung-kampung di Kalimantan, kopi juga menjadi
bagian penting di dalamnya. Saat jeda kerja bakti, minum kopi bersama-sama seolah
menjadi satu keharusan. Tak lengkap jika kerja bakti tanpa disuguhi kopi.
Bisa-bisa tidak ada lagi yang mau kerja bakti.
Selain untuk melepas dahaga, minum kopi bersama-sama di sela-sela kesibukan
seperti kerja bakti akan mencairkan suasana dan menambah semangat untuk kembali
bekerja. Senang rasanya melihat orang-orang bercengkerama melepas lelah sambil
minum kopi. Dengan kopi, mereka nampak semakin akrab seolah tak ada beban hidup
yang harus mereka tanggung. Sekali lagi, entah itu karena kopi memang benar-benar
mengandung semacam zat kimia yang bereaksi terhadap peminumnya atau karena
sugesti belaka.
![]() |
| Masyarakat Dayak Punan Minum Kopi di Sela-sela Kerja Bakti |
Masih di Kalimantan, kopi juga menjadi satu minuman yang disakralkan. Sudah
menjadi rahasia umum jika pulau ini terkenal dengan kekuatan magisnya. Melalui media
seperti kopi, hal-hal yang tidak logis atau di luar nalar bisa saja terjadi.
Saya adalah salah satu yang pernah diperingatkan oleh seorang alim untuk
hati-hati terhadap suguhan kopi selama di Kalimantan. Beliau berpesan untuk
jangan sekali-kali meremehkan daya magis yang ada di pulau ini, termasuk daya
magis yang ada dalam suguhan kopi. Daya magis yang bisa membuat siapa saja
tidak mau kembali lagi ke kampung halaman. Bahkan bisa membuat siapa saja
celaka bagi yang menyepelekan.
Meski begitu, jangan juga lantas menolak suguhan kopi begitu saja di
Kalimantan. Ini satu informasi penting bagi siapa saja yang belum pernah ke
Kalimantan. Jangan pernah menolak minuman atau makanan apapun yang ditawarkan
oleh orang Kalimantan. Minumlah walau hanya seteguk. Makanlah walau hanya satu
gigitan. Jika khawatir terkena daya magis, berlindung kepada Yang Maha Kuasa
adalah solusi terbaik.
Memangnya kenapa kalau menolak? Saya pun pernah berpikiran seperti itu. Salah
seorang kawan saya, pernah berkunjung ke rumah seorang nenek di Desa Sempayang,
Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara. Nama
beliau Nenek Liyu. Seperti biasa, suguhan kopi selalu dihidangkan untuk para
tamu. Beliau senang bukan kepalang saat menyaksikan kawan saya meminum kopi hangat
yang disuguhkan. Meski sebetulnya bukan karena takut daya magisnya, tapi lebih
karena dahaga dan hawa dingin saat itu.
Nenek Liyu lalu berujar, ”Jadi di
sini, apapun yang disuguhkan pemilik rumah, harus diminum atau dimakan. Jika
menolak, maka dia akan tertimpa sial. Apalagi
jika yang disuguhkan kopi, sialnya bisa lebih parah, bahkan digigit buaya.”
Agaknya
peribahasa populer “Dimana bumi
dipijak di situ langit dijunjung”
tepat sekali disematkan pada fenomena suguhan kopi Kalimantan. Dari manapun
kita berasal, tradisi, budaya, adat istiadat, atau kepercayaan apapun dari
warga setempat haruslah dihormati, meski tak sejalan dengan latar belakang kita
sekalipun. Jangan pernah disepelekan, jika tidak ingin dicelakakan.
Firdaus Laili, 9 Februari 2015


Tidak ada komentar:
Posting Komentar