Senin, 19 Januari 2015

Bagaimana Cara Anda Bersyukur?

Sholat Sebagai Wujud Syukur (Lokasi: Masjid AAU Yogyakarta)
Apa sih definisi bersyukur menurut Anda?

Tentu kata bersyukur sudah tidak asing lagi di telinga kita. Ajakan-ajakan untuk selalu bersyukur juga sering kita dengar. Apalagi pas kita dapet rezeki atau pas ngeliat orang lain yang tidak lebih beruntung dari kita. Kata bersyukur semakin melekat di telinga dan mulut kita. Kita harus bersyukur, bersyukur, dan bersyukur atas karunia yang telah Tuhan berikan. Atas fisik yang sempurna. Atas keluarga yang selalu menyayangi kita. Atas pendidikan yang kita miliki. Atas semua harta yang kita punya. Semuanya.

Mungkin banyak yang sudah tahu bahwa dengan bersyukur maka nikmat yang Tuhan berikan akan ditambah, bahkan dilipatgandakan. Sebaliknya, jika tidak bersyukur atau kufur nikmat maka nikmat itu akan dicabut. Bahkan akan dapat adzab yang pedih. Kata-kata itu yang selalu menjadi penyemangat kita untuk selalu bersyukur.

Tapi sebenarnya bagaimana sih cara bersyukur yang benar? Apa sebatas di mulut saja kita harus mengucap syukur? Apa yang penting ngucapin Alhamdulillah? Itu yang semestinya kita pahami dengan baik. Agar kita selalu mendapat nikmat dari Tuhan. Bukankah itu yang kita semua inginkan?

Kalo saya pribadi, saya mencoba mengartikan kata bersyukur dengan menjalankan semua perintah Tuhan dan meninggalkan semua yang Dia larang. Dengan kata lain, bertaqwa kepada Tuhan. Itulah cara versi saya mengartikan dan mengungkapkan rasa syukur. Kan nikmat yang harus kita syukuri asalnya dari Tuhan, ya ikuti donk aturan Tuhan. Begitu kira-kira. Contohnya, Tuhan memerintahkan kita untuk sholat 5 waktu. Ya lakukan itu. Jangan sampai bolong satu kali pun. Tuhan memerintahkan kita untuk tidak bermaksiat. Ya jangan lakukan itu.

Saya percaya, kalo kita sudah bisa ngelakuin itu, nikmat Tuhan pasti akan bertambah dan bertambah. Itu pasti karena itu janji Tuhan. Kalo nikmat yang ditambah pengen dobel dobel, sholatlah berjamaah di masjid. Sedekahlah yang banyak. Stop maksiat, sekecil apapun itu. Tapi kalo yang penting sholat 5 waktu, tanpa berusaha ningkatin kualitas sholat kita, ya jangan heran kalo nikmat yang Tuhan berikan biasa-biasa saja.

Sama halnya dengan seorang karyawan yang bekerja di suatu perusahaan. Jika dia melakukan semua perintah bosnya, dateng ke kantor nggak telat, kerjaan selesai sesuai deadline, nggak ngerumpi di kantor, tentu gaji akan lancar bukan? Coba kalo dia dateng telat terus, kerjaan molor, suka ngegosip di kantor, ya bisa dipecat sama bos. Tapi kalo dia dateng paling awal pulang paling akhir, bisa menyelesaikan kerjaan lebih cepat dari yang lain, intinya dia selalu berusaha memberikan yang lebih untuk perusahaan, tentu bos akan senang padanya dan tidak segan buat ngasih bonus gede.

Jadi, apa definisi bersyukur menurut Anda? Bagaimana Anda mengartikannya? Lalu bagaimana cara Anda mengungkapkan rasa syukur? Saya bukan ustadz, juga nggak bermaksud menggurui, sungguh. Cuma sekedar ingin saling berbagi ilmu. Semoga bermanfaat. (fila174)

2 komentar:

  1. Bener banget nih. Btw... selamat ya buat viewersnya hahaha

    Blogwalking : http://firstanrude.com

    BalasHapus