Selasa, 02 Januari 2018

Desa Sade, Wisata Adat Pulau Lombok

Liburan kali ini, kami berkunjung ke satu desa wisata di Kabupaten Lombok Tengah. Namanya Desa Sade. Terletak di Kecamatan Pujut. Yang unik dari desa ini, warganya menghuni rumah adat tradisional Lombok yang masih orisinil. Terlihat belum tersentuh oleh kehidupan modern. Atap rumahnya pake alang2. Dindingnya pake anyaman bambu. Lantainya dari tanah liat. Mereka membersihkan lantai rumah pake kotoran sapi. Katanya biar lantainya awet, mengendapkan debu, dan mengusir nyamuk.

Di Depan Desa Sade
Begitu masuk desa ini, kami langsung disambut oleh seorang guide, warga asli desa Sade. Yang unik lagi dari adat di desa ini adalah saat proses lamaran sebelum pernikahan. Ada istilah namanya kawin culik. Jadi si perempuan diculik pihak laki2 selama 3 hari sebelum dinikahi. Yang boleh diculik/dinikahi patokannya adalah gadis yang sudah bisa menenun. Kebanyakan perempuan di desa ini pekerjaannya adalah menenun. Pengunjung bisa melihat2 atau membeli hasil tenunan mereka. Ada juga pernak-pernik yang dijual seperti kalung, gelang, dan gantungan kunci.
Read more ...

Jumat, 01 Desember 2017

Profesi Guru: Terjepit Antara Pengabdian dan Kebijakan

Dari sebuah obrolan dengan beberapa orang guru sewaktu menunggui masa orientasi siswa baru di sekolah, saya menangkap kegundahan dari salah seorang kawan guru yang kebetulan memerlukan tambahan jam mengajar di sekolah kami karena jumlah jam mengajarnya di sekolah induk tidak mencukupi kewajiban 24 jam mengajar per minggu.

Kegundahan beliau semakin terasakan dengan diterapkannya kebijakan rasio minimum 20 : 1, dalam pengertian bahwa dalam satu kelas harus ada sekurang-kurangnya 20 siswa. Jika banyaknya siswa dalam satu kelas (rombongan belajar) kurang dari 20 siswa maka jam mengajar guru yang bersangkutan tidak akan diperhitungkan dalam kaitannya dengan pemenuhan kewajiban mengajar minimum 24 jam per minggu, sehingga tunjangan profesi mereka yang sudah bersertifikat profesi tidak akan dapat dicairkan.

Guru di Salah Satu Sekolah Satu Atap di Kabupaten Lombok Timur
Untuk sekolah-sekolah di kota, apalagi sekolah favorit, ketentuan ini jelas sama sekali bukan masalah. Bagi mereka tidak akan mengalami kesulitan untuk memenuhi rasio 20 : 1 di setiap rombongan belajarnya. Namun bagi beberapa sekolah di pelosok pedesaan yang terpencil, apalagi bagi sekolah kecil yang didirikan pemerintah untuk memenuhi hak warga negaranya di bidang pendidikan (sering dikatakan sebagai sekolah satu atap, SMP dan SD di satu lokasi), maka ketentuan ini terasa sangat menyulitkan.
Read more ...

Rabu, 29 November 2017

Tentang Tak Memakai Jilbab

Banyak yang bertanya-tanya, seorang Najwa Shihab yang notabene adalah putri dari seorang ulama besar dan salah satu ahli tafsir terbaik tanah air, Prof. Dr. Quraish Shihab, tak memakai jilbab hingga sekarang. Padahal kita sama-sama yakin bahwa mbak Najwa bukanlah perempuan yang tak berilmu. Lalu ada lagi Yenni Wahid atau Alissa Wahid yang juga tak mengenakan jilbab secara sempurna. Padahal mereka adalah putri dari Almarhum KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang juga merupakan seorang ulama besar tanah air. Kenapa?

Najwa Shihab dan Sang Ayahanda, Prof. Quraish Shihab
Berbagai pandangan muncul atas fenomena ini. Tak sedikit yang menilai mereka yang tak memakai jilbab dengan ini lah itu lah. Bahkan ada juga yang sampai berani menilai orang tuanya. Di sini kita akan mencoba membahas bagaimana menyikapi fenomena ini, setidaknya dari sudut pandang saya sebagai penulis. Tentang aturan mengenakan jilbab atau menutup aurat perempuan, saya kira sudah jelas, ada di dalam Al Qur'an meski ada sedikit perbedaan pendapat di antara para ulama. Namun semua sepakat bahwa setidaknya selain wajah dan telapak tangan harus tertutup.
Read more ...

Sabtu, 25 November 2017

Selamat Datang ke Dunia

Waktu itu Rabu pagi, 19 April 2017. Istri sedang hamil tua. Saya sudah siap berangkat ke sekolah. Istri sedang mandi. Mau ke sekolah juga. Selesai mandi, istri bilang katanya keluar cairan. Kami pun cukup panik dan langsung ngasih kabar semua keluarga. Tanpa banyak berpikir, saya nggak jadi ke sekolah dan langsung bawa istri ke bidan biasa periksa kehamilan di Kalierang, Wonosobo.

Kata bidan masih bukaan 1 dan boleh dibawa ke Cilacap, rumah istri saya. Kami memang sudah merencanakan proses persalinannya di Cilacap. Kami pun pagi itu langsung menuju ke Cilacap pake mobil kakak saya. Sesampai di Cilacap, saya langsung ke bidan di Maos, nggak jauh dari rumah istri. Di sana, Ibu sudah menunggu. Tak berlama-lama, istri langsung masuk ruang periksa. Katanya masih bukaan 1.

Dzakiandra Hafidz Abbasy
Ditunggu hingga malam, meningkat jadi bukaan 3. Tapi istri masih biasa-biasa saja, nggak merasakan kontraksi apa-apa. Kamis paginya pun masih sama meski katanya sudah naik lagi jadi bukaan 4. Merasa bosan, istri ngajakin pulang. Akhirnya siangnya kami pulang. Di rumah pun masih belum ada tanda-tanda mau melahirkan. Bahkan Kamis sore istri masih bisa ikut Ibu silaturahmi ke tetangga. Biar cepat kontraksi, di rumah istri juga banyak nyapu dan ngepel lantai.

Read more ...

Rabu, 22 November 2017

Beban Guru di Sekolah Satu Atap

Menjadi guru di sekolah satu atap itu tak mudah. Kadang merasa diperlakukan tidak adil. Berdasarkan pedoman pengelolaan SD-SMP satu atap Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama Tahun 2005, sekolah satu atap adalah sekolah yang didirikan di daerah khusus, terpencil, terisolir dan relatif sulit di jangkau. Dengan fakta seperti ini, semestinya guru yang bertugas di sekolah satap juga diberi perlakuan khusus, bukan disamaratakan dengan guru di sekolah reguler.

Sekolah Satu Atap
Ada beberapa hal yang menjadi beban guru di sekolah satu atap. Salah satunya adalah terkait beban mengajar yang diharuskan minimal 24 jam. Jumlah rombel sekolah satap kebanyakan hanya 3. Ini menutup kemungkinan guru satap untuk bisa memenuhi jam mengajar minimal 24 jam per minggu. Bagi guru sekolah satap yang mengajar 4 jam per kelas, mereka hanya mampu memenuhi kewajiban mengajar tatap muka sebanyak 12 jam per minggu. Apalagi guru yang mengajar 2 jam per kelas, maka dalam seminggu hanya mampu memenuhi tuntutan mengajar tatap muka 6 jam per minggu.

Read more ...

Senin, 20 November 2017

Kenangan di MAN Kalibeber

Baiklah langsung saja. Kali ini saya ingin menulis tentang satu kenangan berharga yang belum sempat saya tulis. Takut keburu ditelan waktu belum sempat diabadikan. Sayang kalo hilang begitu saja. Mumpung masih lumayan hangat di ingatan. Kenangan itu adalah tentang satu tahun saya menjadi warga MAN Kalibeber yang baru-baru ini berubah nama menjadi MAN 2 Wonosobo.

Saya dan Guru-guru MAN Kalibeber Bersama Tim Penilai saat Akreditasi
Cuma satu tahun sih saya menjadi guru honorer di sana, namun apa yang saya dapat di sana begitu berkesan. Pengalaman, pelajaran hidup, cerita lucu, dan masih banyak lagi. Kebetulan saya diamanahi mengajar 40 jam pelajaran dalam satu minggu. Yang paling banyak diantara guru-guru yang lain. Jumlah siswa MAN Kalibeber membludak saat saya masuk. Bahkan satu rombel ada yang sampai 42 anak. Banyak sekali. Makanya setiap guru rata-rata mengajar banyak jam pelajaran dalam seminggu.
Read more ...

Sabtu, 18 November 2017

Untuk Ayah Bunda Aba

Aba sekarang usianya sudah setengah tahun. Tepatnya 6 bulan 27 hari. Hampir satu bulan ini Aba mulai latihan makan. Seringnya sama bunda. Kadang sama ayah. Kadang sama mbah juga, pengasuhnya Aba orang asli Lombok.

Sebelumnya Aba hanya minum ASI. Alhamdulillah. Aba lulus sebagai bayi ASI. Sama ayah dan bunda, Aba dibikinin sertifikat bayi ASI eksklusif 6 bulan hehe. Terakhir posyandu bobot Aba 8 kg. Padahal sebelumnya 8,1 kg. Nggak papa turun 1 ons, yang penting Aba sehat. Kata orang-orang, Aba besar. Sering ada orang yang ketemu Aba bilang kalo Aba besar. Kata bunda, Aba memang besar tapi masih dalam batas normal. Alhamdulillah.

Dzakiandra Hafidz Abbasy
Aba sayang sama bunda. Tiap sebelum subuh, bunda selalu bangun nyiapin makanan buat Aba. Kadang Aba ikut bangun juga. Sebelum berangkat ngajar, bunda selalu nyempetin nyuapin Aba meski kadang Aba belum mau makan. Beberapa jenis makanan saja yang sudah bisa Aba makan seperti buah-buahan. Beberapa yang lain masih asing buat Aba. Sabar ya bunda. Aba penyesuaian dulu sama makanan-makanan Aba.

Read more ...

Kamis, 16 November 2017

Kembali ke Titik Nol

Penantian panjang hampir satu tahun dari saat tes CASD GGD tahun lalu akhirnya berlabuh. Kabupaten Lombok Timur adalah tujuan kami. Sejak awal kami berdua memang memilih Kabupaten ini. Atas ijin Allah, kami pun masuk menjadi salah satu GGD di sini.

Jumlah kami di sini ada 49 orang. Berasal dari berbagai daerah. Paling banyak dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Kami disebar ke 5 kecamatan. Jerowaru, Keruak, Suela, Sambelia, dan Sembalun. 5 kecamatan ini memang masuk kategori daerah 3T. Penempatanku adalah di kecamatan Sembalun. Tepatnya di desa Bilok Petung. Berjarak kurang lebih 20 menit dari desa Sembalun dan 2 jam dari pusat kabupaten.

Sedangkan istri saya dapat di kecamatan Suela. Tepatnya di desa Puncak Jeringo. Dekat dengan pelabuhan Kayangan. Kami pun tinggalnya di sekitar pelabuhan. Kalau di Puncak Jeringonya terkategorikan 3T meski hanya berjarak sekitar 3 km dari area pelabuhan. Jalannya terjal dan berbatu. Aspalnya sudah rusak parah. Pokoknya harus extra hati-hati untuk naik ke desa Puncak Jeringo pakai motor. Malah katanya kalau mobil tak bisa menjangkau desa ini.

Kalau di pelabuhan Kayangan tak terlihat daerah 3T. Area ini sudah bukan kecamatan Suela tapi masuk kecamatan Pringgabaya. Selain pelabuhan itu sendiri, apa-apa ada di sini. Pasar, bank, minimarket, kantor pos, puskesmas, masjid, dsb. Kata istri saya hampir mirip Adipala, kampung halamannya di Cilacap.

Jarak dari pelabuhan Kayangan ke desa Bilok Petung cukup jauh. Kurang lebih 55 km. Ditempuh sekitar 1 jam 15 menit dengan sepeda motor. Alhamdulillah aspalnya sudah mulus semua. Malahan di Bilok Petungnya hampir mirip highway. Lebar dan beraspal hotmix. Maklum karena Bilok Petung adalah salah satu akses dari Mataram menuju daerah wisata Sembalun. Bahkan katanya tahun depan akan dibuat makin bagus lagi jalannya.

Kami bersyukur ditempatkan di sini. Jika dibanding yang lain, banyak yang daerah penempatannya lebih tak nyaman. Meski kenyamanan itu sendiri relatif. Kini kami kembali ke titik nol. Memulai kehidupan baru di tempat baru. Dengan kerabat baru, budaya baru, dan pemikiran baru.

Bersama Istri di Depan Kantor BKPSDM Kab Lombok Timur
Read more ...

Rabu, 15 November 2017

Make Your Day Meaningful

Sudah lama nggak ngeblog. Mumpung belum jadi sarang laba2, saya posting lagi deh. Mudah2an nggak kena sindrom malas ngeblog lagi hehe. Maklum saya tahun ini lumayan sibuk bin padat agendanya wkwkwk. Mulai dari agenda super sibuk saat di MAN Kalibeber sampai jadwal keberangkatan ke Pulau Lombok dan memulai perjalanan panjang mengabdi menjadi seorang guru garis depan.

Oke deh. Langsung saja. Tempo hari ada seorang pengawas di sekolah tempat saya bertugas. Namanya Pak Sinarman. Orang Sembalun. Background nya mapel Bahasa Inggris. Sama kayak saya. Akhirnya saya lah yang dicek perangkatnya. Rupanya masih banyak yang perlu saya perbaiki dan saya tambahi. Banyak PR nih. Belajar lagi dan lebih semangat lagi.

Di sela2 pengawasannya, beliau ngasih sedikit "perkuliahan" ke saya dan guru2 yang hadir hari itu. Inti dari yang beliau sampaikan adalah bahwa kita sebagai guru harus datang ke tempat kerja dan pastikan bahwa kedatangan kita bermakna. Kayak judul postingan ini. MAKE YOUR DAY MEANINGFUL. Jangan pernah hanya datang saja tanpa berbuat sesuatu. Meskipun kecil dan sedikit, tinggalkanlah sesuatu yang bermanfaat.

Apa yang kita tanam hari ini, itulah yang akan kita tanam di hari kemudian. What we plant today is what we harvest in the future.

Make Your Day Meaningful
Lokasi: Labuhan Lombok, Pringgabaya, Lombok Timur
Gear: Nikon D3200
Read more ...

Kamis, 26 Januari 2017

Mari Menjadi Bermanfaat Bersama PayTren

ZAMAN SUDAH BERUBAH. Harusnya bisa ngikutin tren teknology aplikasi. Apalagi ini sudah era Digital Ekonomi. Suka atau tidak suka, bisnis yang masih mengandalkan sistem konvensional akan tersingkir dan mati dengan perubahan teknologi yang semakin berkembang.

Alhamdulillah PayTren sudah leading meninggalkan pengusaha Travel Agent, loket-loket pembayaran konvensional, konter-konter pulsa konvensional, ATM Bank, dsb dalam hal bertransaksi / bayar2 tagihan.

Yuk jangan hanya mau jadi penonton. Amerika saja sudah mulai ketakutan jika PayTren ini akan menguasai dunia. Tahun 2016 kemarin, sudah 17 negara yang menggunakan aplikasi paytren. Terbukti perusahaan PayTren sudah ditawar 10 JUTA DOLLAR AMERIKA ingin dibeli! Tapi Alhamdulillah, PayTren karya anak bangsa ini tetap eksis sampai detik ini karena Allah SWT tidak meridho’i dibeli AMERIKA.

Cara daftar paytren
Peluang Bisnis PayTren bagi Siapapun
PayTren didirikan Ust Yusuf Mansur untuk mengoptimalkan ekonomi digital indonesia, dimana orang-orang yang sulit cari kerja pun ada peluang besar di sini, yang sudah kerja dan pengin penghasilan tambahan, BISA.
Read more ...

MA Negeri Kalibeber Wonosobo

Madrasah Aliyah Negeri Kalibeber merupakan salah satu Madrasah Aliyah di Kabupaten Wonosobo yang berdiri sejak Tahun 1968. Pada awal berdirinya, madrasah ini bernama Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN) dan sebagai pimpinannya adalah KH. Muntaha Al-Hafidz yang pada saat itu juga menjabat sebagai Kepala Departemen Agama Kabupaten Wonosobo.

Di penghujung Tahun 1979, Madrasah Aliyah Negeri Kalibeber yang semula berlokasi di Pondok Pesantren Al-Asyariyah Kalibeber, berpindah lokasi ke Jalan Dieng Km. 05 Desa Krasak Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo.

MA Negeri Kalibeber berada di bawah naungan Kementerian Agama, berada di tengah – tengah lingkungan Pondok Pesantren ternama di wilayah Wonosobo, antara lain: PPTQ Al-Asy’ariah (Kalibeber), Al – Mubarok (Manggisan), Ma’had Manba’ul Qur’an (Munggang), Manba’ul Anwar (Krasak), Nurul Hidayah (Munggang), AL Futuhiyah (Bumen), Barokatul Qur’an (Bumen), Fathul Mu’in (Bumen), Al – Falah (Bumen). Jadi, MA Negeri Kalibeber Wonosobo dapat menjadi pilihan yang sangat tepat bagi peserta didik yang ingin mendalami ilmu agama di Pondok Pesantren sambil sekolah.

MAN Kalibeber
MAN Kalibeber, Pilihan Tepat Madrasah di Wonosobo
Muatan materi pelajaran keagamaan di MA Negeri Kalibeber Wonosobo juga lebih banyak dibandingkan dengan sekolah setingkat pada umumnya, sehingga cukup memberi bekal keagamaan bagi peserta didik yang tidak belajar di pondok pesantren. Oleh sebab itu, MA Negeri Kalibeber merupakan madrasah pilihan yang tepat dalam menjawab dan menghadapi tantangan zaman di era global yang menuntut penguasanaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi iman dan akhlakul karimah.
Read more ...

Rabu, 25 Januari 2017

Yuk Rame-Rame Gabung PayTren

Mari kawan sejenak membaca dan memahami apa sih PayTren itu dan kenapa harus gabung PayTren. Melalui PayTren, sekarang transaksi isi pulsa, isi token listrik, bayar tagihan PLN, PDAM, telepon, Speedy, BPJS Kesehatan, Hallo, TV berlangganan, kredit, beli tiket pesawat/kereta, voucher games, sedekah, akikah, dll, semakin mudah dilakukan di HP/Smartphone Anda tanpa harus keluar rumah dan antri lagi.

Gabung Paytren
Yuk Buruan Gabung Paytren :)
Berikut adalah 11 alasan bertransaksi melalui PayTren.
☑ Multi Fungsi / Multi Guna:
  • Dibutuhkan semua orang
  • Isi pulsa (semua operator)
  • Isi token listrik (nominal variatif)
  • Bayar Tagihan (PLN, Telkom, Speedy, PDAM, BPJS, Kredit/Cicilan, Kartu Halo, TV berlangganan)
  • Beli Tiket Pesawat dan kereta (Maskapai, Jenis, nominal variatif)
  • Ada fitur sedekah dan akikah
  • Ada fitur transaksi jual beli antar mitra (cocok bagi olshop, reseller, pedagang, produsen, sales, dll.)
Read more ...