![]() |
| Yang Berkaca Mata dan Pake Kemeja Ungu, Itu EO nya, Ganteng kan? |
Tadi
pagi menjelang siang sebelum saya ke kota Wonosobo untuk suatu urusan, ada
salah seorang kawan mampir ke rumah. Setelah ngobrol ini itu, dia bilang ada
sebuah pameran buku di depan Perpusda Wonosobo. Akhirnya siang tadi, saya
sempatkan untuk mampir ke pameran tersebut. Di sana saya lihat yang jaga
pameran masih terlihat sibuk menata dan melabeli buku-buka yang dipamerkan.
Masih lumayan banyak juga buku yang belum dikeluarkan dari kardus. Maklum,
pameran ini baru dimulai kemarin katanya. Rampungnya sendiri tanggal 5 Februari
nanti.
Baru
sebentar saya lihat-lihat buku yang ada di rak paling luar, saya berpapasan
dengan sosok anak muda berkaca-mata yang langsung melempar senyum ke saya. Saya
kenal pemuda ini. Namanya Jeni. Agak sedikit pangling memang. Sudah lumayan
lama nggak ketemu soalnya. Dia adalah anak dari adik almarhum Bapak saya atau dengan
kata lain dia adik sepupu saya. Dua tahun lalu dia sempat protes ke orang
tuanya karena tidak mengabulkan keinginannya untuk kuliah di Jogja. Itu salah
satu yang paling saya ingat dari dia.
Sekarang
dia kuliah di UNSIQ (Universitas Sains Al Qur’an), Universitas kebanggaan orang
Wonosobo. Satu-satunya soalnya, hehe. Awalnya saya pikir dia sedang nyari-nyari
buku juga. “Nyari buku apa Jen?”. Itu pertanyaan yang saya lontarkan (Aslinya
pake bahasa Jawa, saya ganti biar nggak roaming).
Ternyata jawaban dia bukan nyari buku. Main-main juga bukan, apalagi modusin
cewek-cewek SMA yang siang itu ada beberapa di situ. Bukan itu. Lalu ngapain dia
disitu?
(Sudah diganti ke Bahasa Indonesia) “Saya yang ngadain pameran ini, Mas.
Sama temen-temen juga.” Itu jawabannya.
Hooiikk!! Hebat ini bocah. Baru kuliah semester 4 sudah bikin acara beginian. Saya pun langsung tertarik untuk mengorek informasi kok dia bisa ngadain book-fair seperti itu. Rupanya dia punya toko buku kecil-kecilan di Kalibeber. Nggak jauh dari kampus UNSIQ berada (Pokoknya di Kabupaten Wonosobo). Kios kecil milik orang tuanya di Kalibeber dia manfaatkan untuk jualan buku. Dia biasa kulakan buku di Jogja katanya. Dari situ dia kenal sama penerbit-penerbit Jogja.
Buat ngisi libur semester ini, dia kerja sama dengan penerbit dari Jogja buat ngadain pameran buku. Jadi ceritanya dia EO nya. Keren juga ini anak. Saya yang sudah segede gini saja belum pernah jadi EO apapun. Payah.
Jeni
di mata saya masih seorang anak sekolahan yang suka seliweran gonta-ganti motor
(Bapaknya punya bisnis sampingan jadi makelar motor). Begitulah Jeni yang saya
kenal dulu. Semenjak dia kuliah, sudah jarang ketemu. Tau tau sudah bisa buka usaha
sendiri, nyari duit sendiri.
Saya
jadi inget, belum lama ini Emaknya Jeni pernah cerita kalo pas awal kuliah Jeni
pernah mencoba berbisnis dasi. Katanya waktu itu di kampusnya sedang banyak
yang membutuhkan dasi. Jadi dia melihat peluang itu, lalu berjualan dasi di
kampusnya setelah bekerja sama dengan pengusaha konveksi. Tapi karena suatu
hal, dia merugi. Intinya karena dia belum berpengalaman dalam berbisnis.
Mungkin karena gagal di bisnis dasi, dia beralih ke bisnis lain, yaitu buku.
Satu
hal yang saya catet, dia masih sangat muda, bukan dari keluarga kaya, tidak
kuliah di universitas terkenal, dulu SMA nya juga bukan SMA favorit, tapi dia
tak takut untuk melangkah memulai bisnisnya sendiri. Dia pernah gagal, tapi
bangkit lagi.
Jadi
inget quote dari Om Bob Sadino yang kemarin baru saja tutup usia. “Banyak yang
tanya, bisnis apa yang bagus. Bisnis yang bagus adalah yang DIBUKA, bukan
ditanyakan terus.” Kadang inspirasi tidak harus datang dari motivator-motivator
hebat seperti almarhum Bob Sadino. Banyak kok orang-orang di sekitar kita yang
bisa jadi inspirasi. Dan hari ini saya dapat inspirasi dari adik sepupu saya
sendiri, Jeni. (fila174)


wah keren mas mantap nih... saya jadi belajar banyak juga dari mas fila buat mencoba dan bangkit lagi kerenn mas...
BalasHapusmakasih mas bro.. foto2nya sampeyan keren2 (y)
HapusHebat ya....
BalasHapusayo jangan kalah mas broh,,
HapusInspiratif mas ;)
BalasHapusmerinding baca artikel ini...
apalagi, jarang2 ada mahasiswa yang mau "capek" ngurus ini itu jadi EO.
salam hangat
Makasih mas bos, mahasiswa yg mau "capek" yang bakal sukses.
HapusSalam hangat juga