Rabu, 21 Januari 2015

Inspirasi dari Adik Sepupu

Yang Berkaca Mata dan Pake Kemeja Ungu, Itu EO nya, Ganteng kan? 
Tadi pagi menjelang siang sebelum saya ke kota Wonosobo untuk suatu urusan, ada salah seorang kawan mampir ke rumah. Setelah ngobrol ini itu, dia bilang ada sebuah pameran buku di depan Perpusda Wonosobo. Akhirnya siang tadi, saya sempatkan untuk mampir ke pameran tersebut. Di sana saya lihat yang jaga pameran masih terlihat sibuk menata dan melabeli buku-buka yang dipamerkan. Masih lumayan banyak juga buku yang belum dikeluarkan dari kardus. Maklum, pameran ini baru dimulai kemarin katanya. Rampungnya sendiri tanggal 5 Februari nanti.

Baru sebentar saya lihat-lihat buku yang ada di rak paling luar, saya berpapasan dengan sosok anak muda berkaca-mata yang langsung melempar senyum ke saya. Saya kenal pemuda ini. Namanya Jeni. Agak sedikit pangling memang. Sudah lumayan lama nggak ketemu soalnya. Dia adalah anak dari adik almarhum Bapak saya atau dengan kata lain dia adik sepupu saya. Dua tahun lalu dia sempat protes ke orang tuanya karena tidak mengabulkan keinginannya untuk kuliah di Jogja. Itu salah satu yang paling saya ingat dari dia.

Sekarang dia kuliah di UNSIQ (Universitas Sains Al Qur’an), Universitas kebanggaan orang Wonosobo. Satu-satunya soalnya, hehe. Awalnya saya pikir dia sedang nyari-nyari buku juga. “Nyari buku apa Jen?”. Itu pertanyaan yang saya lontarkan (Aslinya pake bahasa Jawa, saya ganti biar nggak roaming). Ternyata jawaban dia bukan nyari buku. Main-main juga bukan, apalagi modusin cewek-cewek SMA yang siang itu ada beberapa di situ. Bukan itu. Lalu ngapain dia disitu?

(Sudah diganti ke Bahasa Indonesia) “Saya yang ngadain pameran ini, Mas. Sama temen-temen juga.” Itu jawabannya.

Hooiikk!! Hebat ini bocah. Baru kuliah semester 4 sudah bikin acara beginian. Saya pun langsung tertarik untuk mengorek informasi kok dia bisa ngadain book-fair seperti itu. Rupanya dia punya toko buku kecil-kecilan di Kalibeber. Nggak jauh dari kampus UNSIQ berada (Pokoknya di Kabupaten Wonosobo). Kios kecil milik orang tuanya di Kalibeber dia manfaatkan untuk jualan buku. Dia biasa kulakan buku di Jogja katanya. Dari situ dia kenal sama penerbit-penerbit Jogja.


Buat ngisi libur semester ini, dia kerja sama dengan penerbit dari Jogja buat ngadain pameran buku. Jadi ceritanya dia EO nya. Keren juga ini anak. Saya yang sudah segede gini saja belum pernah jadi EO apapun. Payah.

Jeni di mata saya masih seorang anak sekolahan yang suka seliweran gonta-ganti motor (Bapaknya punya bisnis sampingan jadi makelar motor). Begitulah Jeni yang saya kenal dulu. Semenjak dia kuliah, sudah jarang ketemu. Tau tau sudah bisa buka usaha sendiri, nyari duit sendiri.

Saya jadi inget, belum lama ini Emaknya Jeni pernah cerita kalo pas awal kuliah Jeni pernah mencoba berbisnis dasi. Katanya waktu itu di kampusnya sedang banyak yang membutuhkan dasi. Jadi dia melihat peluang itu, lalu berjualan dasi di kampusnya setelah bekerja sama dengan pengusaha konveksi. Tapi karena suatu hal, dia merugi. Intinya karena dia belum berpengalaman dalam berbisnis. Mungkin karena gagal di bisnis dasi, dia beralih ke bisnis lain, yaitu buku.

Satu hal yang saya catet, dia masih sangat muda, bukan dari keluarga kaya, tidak kuliah di universitas terkenal, dulu SMA nya juga bukan SMA favorit, tapi dia tak takut untuk melangkah memulai bisnisnya sendiri. Dia pernah gagal, tapi bangkit lagi.

Jadi inget quote dari Om Bob Sadino yang kemarin baru saja tutup usia. “Banyak yang tanya, bisnis apa yang bagus. Bisnis yang bagus adalah yang DIBUKA, bukan ditanyakan terus.” Kadang inspirasi tidak harus datang dari motivator-motivator hebat seperti almarhum Bob Sadino. Banyak kok orang-orang di sekitar kita yang bisa jadi inspirasi. Dan hari ini saya dapat inspirasi dari adik sepupu saya sendiri, Jeni. (fila174)

6 komentar:

  1. wah keren mas mantap nih... saya jadi belajar banyak juga dari mas fila buat mencoba dan bangkit lagi kerenn mas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mas bro.. foto2nya sampeyan keren2 (y)

      Hapus
  2. Inspiratif mas ;)
    merinding baca artikel ini...

    apalagi, jarang2 ada mahasiswa yang mau "capek" ngurus ini itu jadi EO.
    salam hangat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mas bos, mahasiswa yg mau "capek" yang bakal sukses.
      Salam hangat juga

      Hapus