Sabtu, 25 Juli 2015

Indahnya Lebaran

Lebaran. Ya. Satu kata yang selalu terdengar menggembirakan. Maklum, satu tahun cuma sekali dan biasanya dikasih libur panjang. Kalo anak sekolahan atau kuliahan bisa sampai dua minggu. Kalo yang sudah kerja, biasanya sekitar satu minggu. Begitu libur, langsung mudik kembali ke kampung halaman. Sejenak meninggalkan pekerjaan kantor, urusan bisnis, tugas kuliah, dan lain sebagainya. Sebelum mudik, nyiapin oleh-oleh untuk orang tua dan sanak saudara di kampung. Lalu mudik. Menikmati perjalanan panjang yang padat tak seperti biasanya. Penuh dengan mobil dan motor dengan barang bawaan yang sejibun. Ah. betapa menyenangkannya mudik.

Saat tiba kampung halaman, orang tua sudah menanti. Melihat mereka kembali setelah sekian lama adalah sebuah kebahagiaan yang tak ternilai. Rasanya ingin segera mencium tangan mereka. Lalu, cucu-cucu mereka yang sambil membawa oleh-oleh pun ikut memberi salam. Mereka pun melepas rindu sambil menanti berbuka puasa bersama. Sungguh sangat menggembirakan.

Hari lebaran pun tiba. Gema takbir dikumandangkan. Anak-anak kecil berbaris sambil membawa obor. Kembang api di mana-mana mengalahkan bulan dan bintang yang menerangi malam takbiran. Di rumah, ibu dan nenek menyiapkan makanan untuk lebaran esok. Ada ketupat, opor ayam, aneka kue, dan lain sebagainya. Sajian khas lebaran yang selalu dirindukan.

Kembang api
Malam Takbiran (Lokasi: Desa Sitiharjo, Wonosobo)
Pagi harinya. Semua mengenakan pakaian terbaik. Tak harus baru. Semua berbondong-bondong ke masjid untuk menunaikan sholat Idul Fitri. Lalu, bersalam-salaman dengan seluruh jamaah. Saling memberi maaf satu sama lain. Sambil mendendangkan shalawat Nabi. Rasanya jiwa ini kembali suci. Indah sekali.

Di rumah, sajian khas lebaran sudah menanti. Namun, sebelum menyantapnya, sungkeman dengan orang tua sudah menjadi tradisi yang harus dijalani. Memohon maaf dan meminta doa restu kepada orang tua. Kadang kita tak sadar sudah menyakiti hati orang tua. Mereka tak pernah mengungkapkannya. Hanya doa yang selalu mereka panjatkan. That’s why, momen lebaran seperti ini tidak boleh terlewatkan. Tak ada yang lebih penting dari doa dan restu mereka untuk kita agar selamat tak hanya di dunia, tapi juga di akhirat kelak.

Hari-hari awal lebaran, diisi dengan berkunjung ke tetangga, sanak saudara, dan kawan lama. Menyambung tali silaturahmi. Memperpanjang umur dan melancarkan rezeki. Kita pun mendapat kunjungan. Makanan khas lebaran saling disuguhkan. Menjamu tamu itu kan besar pahalanya. Sedekah juga. Oleh karena itu, perlakukanlah tamu kita dengan sebaik-baiknya. Allah yang akan membalas nantinya. Insha Allah.

Sebelum kembali ke kesibukan masing-masing, banyak yang mengisi hari-hari terakhir libur lebaran dengan mengunjungi tempat-tempat wisata. Mengajak si kecil jalan-jalan ke pantai, pegunungan, kebun binatang, dan lain-lain. Menyenangkan sekali. Akhirnya, lebaran pun usai. Saatnya melakoni arus balik. Berpamitan dengan orang tua. Kembali ke kota. Kembali disibukkan dengan urusan dunia. Sampai jumpa lagi di lebaran berikutnya. Semoga masih dipertemukan. Aamiin. 

2 komentar: