Lebaran. Ya. Satu kata yang selalu terdengar menggembirakan. Maklum, satu
tahun cuma sekali dan biasanya dikasih libur panjang. Kalo anak sekolahan atau
kuliahan bisa sampai dua minggu. Kalo yang sudah kerja, biasanya sekitar satu
minggu. Begitu libur, langsung mudik kembali ke kampung halaman. Sejenak meninggalkan
pekerjaan kantor, urusan bisnis, tugas kuliah, dan lain sebagainya. Sebelum
mudik, nyiapin oleh-oleh untuk orang tua dan sanak saudara di kampung. Lalu
mudik. Menikmati perjalanan panjang yang padat tak seperti biasanya. Penuh
dengan mobil dan motor dengan barang bawaan yang sejibun. Ah. betapa menyenangkannya
mudik.
Saat tiba kampung halaman, orang tua sudah menanti. Melihat mereka kembali
setelah sekian lama adalah sebuah kebahagiaan yang tak ternilai. Rasanya ingin
segera mencium tangan mereka. Lalu, cucu-cucu mereka yang sambil membawa
oleh-oleh pun ikut memberi salam. Mereka pun melepas rindu sambil menanti
berbuka puasa bersama. Sungguh sangat menggembirakan.
Hari lebaran pun tiba. Gema takbir dikumandangkan. Anak-anak kecil berbaris
sambil membawa obor. Kembang api di mana-mana mengalahkan bulan dan bintang
yang menerangi malam takbiran. Di rumah, ibu dan nenek menyiapkan makanan untuk
lebaran esok. Ada ketupat, opor ayam, aneka kue, dan lain sebagainya. Sajian khas
lebaran yang selalu dirindukan.
![]() |
| Malam Takbiran (Lokasi: Desa Sitiharjo, Wonosobo) |
Pagi harinya. Semua mengenakan pakaian terbaik. Tak harus baru. Semua
berbondong-bondong ke masjid untuk menunaikan sholat Idul Fitri. Lalu,
bersalam-salaman dengan seluruh jamaah. Saling memberi maaf satu sama lain. Sambil
mendendangkan shalawat Nabi. Rasanya jiwa ini kembali suci. Indah sekali.
Di rumah, sajian khas lebaran sudah menanti. Namun, sebelum menyantapnya,
sungkeman dengan orang tua sudah menjadi tradisi yang harus dijalani. Memohon
maaf dan meminta doa restu kepada orang tua. Kadang kita tak sadar sudah menyakiti
hati orang tua. Mereka tak pernah mengungkapkannya. Hanya doa yang selalu
mereka panjatkan. That’s why, momen
lebaran seperti ini tidak boleh terlewatkan. Tak ada yang lebih penting dari
doa dan restu mereka untuk kita agar selamat tak hanya di dunia, tapi juga di
akhirat kelak.
Hari-hari awal lebaran, diisi dengan berkunjung ke tetangga, sanak saudara,
dan kawan lama. Menyambung tali silaturahmi. Memperpanjang umur dan melancarkan
rezeki. Kita pun mendapat kunjungan. Makanan khas lebaran saling disuguhkan.
Menjamu tamu itu kan besar pahalanya. Sedekah juga. Oleh karena itu,
perlakukanlah tamu kita dengan sebaik-baiknya. Allah yang akan membalas
nantinya. Insha Allah.
Sebelum kembali ke kesibukan masing-masing, banyak yang mengisi hari-hari
terakhir libur lebaran dengan mengunjungi tempat-tempat wisata. Mengajak si
kecil jalan-jalan ke pantai, pegunungan, kebun binatang, dan lain-lain.
Menyenangkan sekali. Akhirnya, lebaran pun usai. Saatnya melakoni arus balik. Berpamitan
dengan orang tua. Kembali ke kota. Kembali disibukkan dengan urusan dunia.
Sampai jumpa lagi di lebaran berikutnya. Semoga masih dipertemukan. Aamiin.


mantaaaap gan fil..
BalasHapusSemoga lebaran berikutnya bisa mudik :)
BalasHapus