Masa
menganggur adalah masa yang paling bikin galau. Masa ini biasanya terjadi saat baru
selesai kuliah. Bisa juga terjadi saat selesai SMA. Karena suatu alasan, belum bisa
bekerja atau kuliah. Atau bisa juga terjadi setelah resign dari satu pekerjaan dan belum mendapatkan pekerjaan baru.
Saat ini saya juga sedang dalam masa menganggur. Tapi bukan karena tiga
skenario tadi.
Saya
baru saja menyelesaikan tugas sebagai guru SM3T (Sarjana Mengajar di daerah
Tertinggal, Terdepan, Terluar) di Kalimantan Utara selama periode Agustus 2013
– September 2014. Setelah itu, setiap peserta program ini diberi bonus kuliah
PPG (Pendidikan Profesi Guru) selama satu tahun. Yang menjadi masalah adalah
jarak antara selesai SM3T dan mulai PPG yang terlalu lama. PPG baru akan
dimulai pada akhir Februari 2015, padahal awal September 2014 kemarin, kami
semua sudah pulang ke rumah masing-masing.
Selama
hampir setengah tahun kami menganggur. Mau mencari pekerjaan, waktunya juga
nanggung. Apa ada perusahaan atau instansi yang mau menerima karyawan untuk
bekerja selama sekitar lima bulan saja? Akhirnya, berbisnis menjadi pilihan
sebagian diantara kami, mulai dari jualan kaos bola, baju anak-anak, sampai
sandal lucu. Selain berbisnis, ada juga yang memanfaatkan masa menganggur kami
dengan menekuni hobi. Saya salah satunya.
Mumpung
belum tersandera oleh kesibukan PPG yang katanya punya jadwal padat banget,
saya memanfaatkan masa menganggur ini dengan menekuni hobi saya. Siapa tahu
dari hobi bisa menjadi jalan rezeki saya nanti. Aamiin. Hobi saya yang pertama adalah memotret. Kebetulan di rumah
ada kamera Canon 600D milik adik
saya. Sebelumnya, saya cuma jeprat-jepret sana-sini pake kamera pocket atau
kamera hape. Hasilnya pun kurang bagus dan saya sering kurang pede untuk
mempostingnya di sosial media.
Semenjak
pake DSLR, saya jadi lebih bersemangat nyari spot-spot yang bisa saya jadikan objek.
Hasilnya lumayan lah walapun masih kalah jauh dengan punya fotografer pro. At least kali ini lebih bagus dari yang
gak pake DSLR (ya iya lah). Sekali pergi ke satu tempat, biasanya hanya dua
atau tiga foto yang saya posting di Instagram. Akun IG saya @fila174, follow ya hehe.. Sebelum foto diposting,
tentu sudah masuk dapur photoshop dulu biar lebih bagus diliatnya.
Selain
memotret, masa menganggur ini juga menghidupkan kembali semangat saya untuk menulis.
Postingan ini salah satu hasilnya. Saya biasa nulis di blog ini dengan tema apa
saja, seperti yang bisa kalian lihat di kategori. Walaupun masih amburadul,
yang penting saya terus menulis. Lambat laun tulisan saya pasti membaik. Saya
ulangi sekali lagi, yang penting terus menulis. Agar tidak kehabisan ide, saya
biasa menulis ide-ide yang muncul secara tiba-tiba di buku saku atau di
aplikasi SuperNote di hape.
Seperti
halnya fotografi, hobi nulis juga berpotensi untuk menjadi jalan rezeki bagi
siapa saja yang sungguh-sungguh menekuninya. Banyak penulis hebat yang sudah
menghasilkan banyak uang. Mungkin saja kesuksesan mereka hanya berawal dari
sekedar menyalurkan hobi di kala senggang. Karena sadar akan uang, mereka
berhasil menjual buku-buku mereka. Orang bermental kaya selalu memandang segala
sesuatu dengan pertanyaan “Ini bisa jadi duit nggak ya?” Kira-kira begitu.
Yang
terakhir, masa menganggur ini saya isi dengan membaca. Apa saja yang penting
baca. Buku non-fiksi berbahasa Inggris terutama yang berbau English teaching adalah yang paling
banyak saya baca. Selain untuk meningkatkan skill reading saya, ini juga untuk persiapan saya jelang PPG nanti. Agak boring sih membaca buku beginian,
makanya saya selingi dengan membaca buku-buku motivasi juga.
Bagi
yang masih menganggur seperti saya, jangan cuma tidur dan nonton TV. Sambil
mencari-cari pekerjaan, kalian bisa memulai bisnis usaha yang sesuai dengan hobi
kalian. Jangan lupa juga belajar. Jangan mentang-mentang sudah selesai kuliah, terus
berhenti belajar. Jika kalian muslim, tentu kalian sudah tahu kan kalo menuntut
ilmu itu hukumnya wajib. Yakin deh, jika kita punya banyak ilmu, derajat kita
akan dinaikkin sama Allah. Terakhir, saya ingin mengutip salah satu tweet dari Prof. Dr. Mahfud MD.
“Siapa yang ingin baik di dunia, harus
berilmu. Yang ingin baik di akhirat, harus berilmu. Yang ingin baik di dunia
dan akhirat, harus berilmu pula.”


Benar sekali, waktu senggang itu potensi termahal yg tak bernilai...
BalasHapusBetul om, waktu tak pernah bisa diputar ulang. Penyesalan selalu datang belakangan. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya.
BalasHapusBermanfaat juga kok, nggak ada salahnya kan :)
BalasHapus