Senin, 13 Juli 2015

Mulih Udik (Mudik)

Aku mudik lagi. Untuk kesekian kalinya aku merasakan kegembiraan mudik lebaran. Apalagi setelah tidak pulang selama beberapa bulan. Mudik jadi terasa lebih menyenangkan. Masih seperti yang sebelum-sebelumnya, aku mudik naik motor dari Jogja ke daerah asalku, Wonosobo. Bedanya, jika dulu dari kosan, tahun ini aku mudik dari asrama UNY kampus Wates, tempatku menjalani program PPG SM-3T selama satu tahun.

Mudik lebaran
Jangan Lupa Istirahat Kalo Capek Saat Mudik (Lokasi: Kulonprogo)
Rasanya baru kemarin PPG SM-3T dimulai. Bertemu kawan-kawan baru. Melakukan kegiatan-kegiatan seru di asrama. Berjibaku menjalani workshop SSP bersama. Menyelesaikan RPP, Peer-teaching, PTK, dsb. Berjuang bersama, tertawa bersama, berlelah-lelahan bersama. Tak terasa. Empat bulan sudah berlalu. Kini saatnya berlibur pulang ke rumah masing-masing. Kembali ke kampung halaman. Menikmati hari-hari terakhir bulan Ramadhan dan berlebaran bersama keluarga.

Mudik lebaran memang selalu menyenangkan. Baik itu yang pakai motor, mobil pribadi, atau yang naik bus, kereta api, kapal laut, dan pesawat. Setelah sibuk merantau di negeri orang, lebaran adalah momen yang paling tepat untuk pulang ke desa atau dalam bahasa Jawa mulih udik (mudik). Sejenak melupakan kesibukan masing-masing dan berkumpul bercengkerama bersama keluarga. Menikmati hidangan khas lebaran yang selalu dinanti. Saling mengunjungi tetangga dan sanak saudara. Atau reunian bersama kawan lama.

Selamat mudik bagi yang menjalaninya. Selalu hati-hati di jalan. Jangan sampai di momen bahagia ini, terjadi hal-hal yang tidak kita diinginkan. Tak perlu buru-buru. Nikmati saja perjalanan. Yang penting selamat sampai rumah. Ingat, keluargamu sedang menanti kepulanganmu. Selamat berlebaran. Mohon maaf lahir batin. (fila174)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar