![]() |
| Gowes Minggu Pagi |
Jarak
dari rumah saya ke Telaga Menjer lumayan jauh. Nanjak pula. Dulu pernah sekali
bisa gowes sampai sana. Tapi itu dulu pas saya masih rutin olahraga. Sekarang
stamina sudah banyak menurun. Jadi nggak tau apa hari ini saya bisa sampai sana
atau tidak.
Pencinta
gowes di Wonosobo biasanya kuat-kuat. Ini karena medan yang biasa mereka hadapi
naik turun. Maklum, Wonosobo kan daerah pegunungan. Pernah dulu pas saya dan
temen-temen ikutan funbike di
Magelang yang notabene medannya lebih datar, kami ngacir di depan sendiri tak
terbendung seolah nggak ada capeknya. Terbukti bukan? hehe.
Hari
ini cuaca agak mendung, tapi sama sekali tak menyurutkan niat saya untuk
bersepeda. Di awal perjalanan dari rumah sampai Garung yang berjarak sekitar 3
km dan menanjak, perjalanan lumayan mulus tanpa istrahat. Baru setelah itu,
tepat di atas PLTA Garung, tanjakan ular dengan sudut kemiringan tingkat dewa
memaksa saya untuk berhenti ambil nafas. Sejenak saya juga ambil foto disitu
dengan kamera pocket yang saya bawa.
![]() |
| Tanjakan Horor di PLTA Garung |
Sukses
melewati tanjakan horor itu, tanjakan-tanjakan yang lain sudah menanti. Mereka
seolah memanggil-manggil saya untuk segera datang. Walaupun nafas sudah lumayan
terengah-engah, saya masih bersemangat untuk memenuhi “panggilan”
tanjakan-tanjakan itu. Saya sempat berhenti beberapa kali untuk ambil foto.
Buat dokumentasi atau bukti kalo saya beneran gowes ke Telaga Menjer pagi ini.
hehe.
Untung
cuaca agak mendung, jadi saya tidak begitu tersiksa. Cuma panas dan pegal-pegal
yang saya rasakan di bagian otot paha dan betis. Tapi saya tidak boleh menyerah
dan harus lanjut terus. Hidup adalah perjuangan! hahah.
Dan sampailah
saya pada sebuah jembatan berwarna merah tepat di bawah Desa Maron, tempat dimana
Telaga Menjer berada. Di situ saya berhenti sejenak. Ambil nafas sambil
memandang tanjakan di depan mata yang masih menunggu. Saya mulai ragu. Kaki
saya seperti membisiki saya untuk pulang saja. Saya pun minum air dan ambil foto
disitu sebelum ambil keputusan. Sebuah keputusan yang akan menentukan ending cerita saya hari ini. hehe.
Finally, saya pun memutuskan untuk pulang saja, haha. Selain
kaki yang terus membisiki saya untuk pulang, perut juga ikut-ikutan tidak bisa
diajak untuk melanjutkan perjuangan (*alibi). Tadi pagi saya cuma sarapan
selembar roti tawar dan satu buah pisang. Kan katanya pisang bagus buat atlet
sepeda, untuk menguatkan otot kaki katanya. jadi saya coba menirunya.
Tak apalah hari ini saya
gagal bersepeda sampai Telaga Menjer. Yang penting kan sudah berusaha. Bukannya
saya menyerah lho ya. Karena saya masih ingin gowes sampai sana lagi, tapi lain
waktu. Yang pasti, satu pelajaran yang saya dapat hari ini, untuk mencapai
sesuatu yang indah, butuh perjuangan. Jangan gampang nyerah. Kalo pengen liat
keindahan Telaga Menjer, klik di SINI. (fila174)
![]() |
| Butuh Perjuangan Untuk Meraih Sesuatu |




Tidak ada komentar:
Posting Komentar