Minggu, 18 Januari 2015

Pelajaran dari Aktivitas Minggu Pagi

Gowes Minggu Pagi
Minggu pagi paling pas buat olahraga atau bersih-bersih rumah. Minggu pagi saya kali ini saya isi dengan bersepeda ke Telaga Menjer, Wonosobo. Berhubung nggak ada temen yang bisa diajak, saya berangkat sendiri. Inilah keuntungan olahraga bersepeda. Kalo temen-temen kita lagi sibuk, kita tetep bisa olahraga. Beda sama futsal atau badminton yang butuh partner.

Jarak dari rumah saya ke Telaga Menjer lumayan jauh. Nanjak pula. Dulu pernah sekali bisa gowes sampai sana. Tapi itu dulu pas saya masih rutin olahraga. Sekarang stamina sudah banyak menurun. Jadi nggak tau apa hari ini saya bisa sampai sana atau tidak.

Pencinta gowes di Wonosobo biasanya kuat-kuat. Ini karena medan yang biasa mereka hadapi naik turun. Maklum, Wonosobo kan daerah pegunungan. Pernah dulu pas saya dan temen-temen ikutan funbike di Magelang yang notabene medannya lebih datar, kami ngacir di depan sendiri tak terbendung seolah nggak ada capeknya. Terbukti bukan? hehe.

Hari ini cuaca agak mendung, tapi sama sekali tak menyurutkan niat saya untuk bersepeda. Di awal perjalanan dari rumah sampai Garung yang berjarak sekitar 3 km dan menanjak, perjalanan lumayan mulus tanpa istrahat. Baru setelah itu, tepat di atas PLTA Garung, tanjakan ular dengan sudut kemiringan tingkat dewa memaksa saya untuk berhenti ambil nafas. Sejenak saya juga ambil foto disitu dengan kamera pocket yang saya bawa.
Tanjakan Horor di PLTA Garung
Sukses melewati tanjakan horor itu, tanjakan-tanjakan yang lain sudah menanti. Mereka seolah memanggil-manggil saya untuk segera datang. Walaupun nafas sudah lumayan terengah-engah, saya masih bersemangat untuk memenuhi “panggilan” tanjakan-tanjakan itu. Saya sempat berhenti beberapa kali untuk ambil foto. Buat dokumentasi atau bukti kalo saya beneran gowes ke Telaga Menjer pagi ini. hehe.

Untung cuaca agak mendung, jadi saya tidak begitu tersiksa. Cuma panas dan pegal-pegal yang saya rasakan di bagian otot paha dan betis. Tapi saya tidak boleh menyerah dan harus lanjut terus. Hidup adalah perjuangan! hahah.

Dan sampailah saya pada sebuah jembatan berwarna merah tepat di bawah Desa Maron, tempat dimana Telaga Menjer berada. Di situ saya berhenti sejenak. Ambil nafas sambil memandang tanjakan di depan mata yang masih menunggu. Saya mulai ragu. Kaki saya seperti membisiki saya untuk pulang saja. Saya pun minum air dan ambil foto disitu sebelum ambil keputusan. Sebuah keputusan yang akan menentukan ending cerita saya hari ini. hehe.

Finally, saya pun memutuskan untuk pulang saja, haha. Selain kaki yang terus membisiki saya untuk pulang, perut juga ikut-ikutan tidak bisa diajak untuk melanjutkan perjuangan (*alibi). Tadi pagi saya cuma sarapan selembar roti tawar dan satu buah pisang. Kan katanya pisang bagus buat atlet sepeda, untuk menguatkan otot kaki katanya. jadi saya coba menirunya.

Tak apalah hari ini saya gagal bersepeda sampai Telaga Menjer. Yang penting kan sudah berusaha. Bukannya saya menyerah lho ya. Karena saya masih ingin gowes sampai sana lagi, tapi lain waktu. Yang pasti, satu pelajaran yang saya dapat hari ini, untuk mencapai sesuatu yang indah, butuh perjuangan. Jangan gampang nyerah. Kalo pengen liat keindahan Telaga Menjer, klik di SINI. (fila174)

Butuh Perjuangan Untuk Meraih Sesuatu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar