Kamis, 15 Januari 2015

Budayakan Hemat Listrik

Beberapa waktu yang lalu, saya mampir di sebuah acara di stasiun TV Jepang NHK World. Stasiun TV ini sering menayangkan budaya dan kehidupan orang-orang Jepang mulai dari yang tinggal di kota sampai yang ada di pedesaan. Acara yang saya tonton waktu itu adalah tentang bagaimana orang-orang di sebuah desa di Jepang menghemat penggunaan listrik. Selain terkenal dengan karakter disiplin dan pekerja keras, ternyata orang-orang Jepang juga membudayakan hidup hemat, termasuk hemat listrik.

Jadi begini ceritanya. Di desa yang hanya terdapat beberapa rumah itu (*mungkin lebih tepatnya dusun), setiap malam semua warganya selalu berkumpul di salah satu rumah. Rumah yang dijadikan tempat ngumpul bergiliran, mirip seperti acara Yasinan kalo di Indonesia. Bedanya kalo di Indonesia, pas ngumpul baca Surat Yasin bareng-bareng, kalo di sana tidak, hehe. Kalo Yasinan biasanya bapak-bapak saja yang berangkat, kalo di sana satu keluarga berangkat semua.

Lalu, setelah semua ngumpul, mereka ngapain? Banyak hal yang mereka lakukan saat ngumpul tiap malam. Ketika salah satu warga ditanya oleh reporter TV NHK World kenapa mereka selalu ngumpul seperti itu setiap malam, katanya biar hemat listrik sekaligus biar tambah akrab sama warga sekitar. Jadi dalam satu malam, hanya satu TV yang hidup di satu dusun. Super sekali bukan? Kalo di Indonesia mungkin TV di semua rumah hidup semua tiap malam. Betul tidak?

Di rumah yang dijadikan tempat kumpul, orang-orang dusun di Jepang tadi makan malam bersama. Setelah itu, ada yang nonton TV, ada yang nonton DVD, ada yang dengerin musik, dan ada yang sekedar ngobrol-ngobrol. Walaupun semua barang elektronik di rumah itu hidup semua, tapi kan yang di rumah-rumah yang lain mati semua. Jauh lebih hemat bukan? Setelah selesai semuanya, baru mereka kembali ke rumah masing-masing untuk istirahat.

Di Indonesia, ada tidak ya yang mempraktekkan seperti itu? Boro-boro bisa seperti itu, yang lupa matiin TV karena ketiduran juga masih banyak. Apa Anda salah satunya? hehe. Kalau belum bisa seperti di dusun tadi, at least kita bisa mempraktekkannya dalam ruang lingkup yang lebih kecil, yaitu keluarga. Tiap malam, semua kumpul di ruang keluarga. Nonton TV bareng-bareng, curhat-curhatan, atau main tebak-tebakan juga boleh. Matikan semua lampu kecuali lampu di ruang keluarga dan lampu depan rumah (biar tidak dikira rumah tak berpenghuni hehe).

Kalo semua orang Indonesia bisa seperti itu, bisa dibayangkan, berapa banyak energi yang bisa dihemat oleh pemerintah? Berapa banyak uang yang dihemat oleh masyarakat karena tagihan listrik mereka menyusut? Bukankah uang hasil penghematan listrik bisa dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih bermanfaat? Mungkin itulah kenapa Jepang selalu lebih maju dari kita. Bukan karena sumber daya alamnya, tapi lebih karena manusianya yang memang harus diakui lebih berkualitas.

Ayo, mulailah membudayakan hidup hemat, terutama hemat listrik. Nyalakan TV seperlunya saja. Kalo malam mau tidur, pastikan TV sudah dimatikan. Matikan juga lampu ruangan yang sedang tidak dipakai. Matikan lampu kamar saat mau tidur. Selain hemat listrik, tidur bisa lebih nyenyak jika kamar dalam kondisi lampu dimatikan. Ingat! Jika ingin bangsa kita maju, mulailah dari diri sendiri. Mulailah dari hal-hal kecil di sekitar kita. 

Photo by Firdaus Laili

Tidak ada komentar:

Posting Komentar