Beberapa
waktu yang lalu, saya mampir di sebuah acara di stasiun TV Jepang NHK World.
Stasiun TV ini sering menayangkan budaya dan kehidupan orang-orang Jepang mulai
dari yang tinggal di kota sampai yang ada di pedesaan. Acara yang saya tonton
waktu itu adalah tentang bagaimana orang-orang di sebuah desa di Jepang
menghemat penggunaan listrik. Selain terkenal dengan karakter disiplin dan
pekerja keras, ternyata orang-orang Jepang juga membudayakan hidup hemat,
termasuk hemat listrik.
Jadi
begini ceritanya. Di desa yang hanya terdapat beberapa rumah itu (*mungkin
lebih tepatnya dusun), setiap malam semua warganya selalu berkumpul di salah
satu rumah. Rumah yang dijadikan tempat ngumpul bergiliran, mirip seperti acara
Yasinan kalo di Indonesia. Bedanya
kalo di Indonesia, pas ngumpul baca Surat Yasin
bareng-bareng, kalo di sana tidak, hehe. Kalo Yasinan biasanya bapak-bapak saja yang berangkat, kalo di sana satu
keluarga berangkat semua.
Lalu,
setelah semua ngumpul, mereka ngapain? Banyak hal yang mereka lakukan saat
ngumpul tiap malam. Ketika salah satu warga ditanya oleh reporter TV NHK World
kenapa mereka selalu ngumpul seperti itu setiap malam, katanya biar hemat
listrik sekaligus biar tambah akrab sama warga sekitar. Jadi dalam satu malam,
hanya satu TV yang hidup di satu dusun. Super sekali bukan? Kalo di Indonesia
mungkin TV di semua rumah hidup semua tiap malam. Betul tidak?
Di
rumah yang dijadikan tempat kumpul, orang-orang dusun di Jepang tadi makan
malam bersama. Setelah itu, ada yang nonton TV, ada yang nonton DVD, ada yang
dengerin musik, dan ada yang sekedar ngobrol-ngobrol. Walaupun semua barang
elektronik di rumah itu hidup semua, tapi kan yang di rumah-rumah yang lain
mati semua. Jauh lebih hemat bukan? Setelah selesai semuanya, baru mereka
kembali ke rumah masing-masing untuk istirahat.
Di
Indonesia, ada tidak ya yang mempraktekkan seperti itu? Boro-boro bisa seperti
itu, yang lupa matiin TV karena ketiduran juga masih banyak. Apa Anda salah
satunya? hehe. Kalau belum bisa seperti di dusun tadi, at least kita bisa mempraktekkannya dalam ruang lingkup yang lebih
kecil, yaitu keluarga. Tiap malam, semua kumpul di ruang keluarga. Nonton TV
bareng-bareng, curhat-curhatan, atau main tebak-tebakan juga boleh. Matikan
semua lampu kecuali lampu di ruang keluarga dan lampu depan rumah (biar tidak
dikira rumah tak berpenghuni hehe).
Kalo
semua orang Indonesia bisa seperti itu, bisa dibayangkan, berapa banyak energi
yang bisa dihemat oleh pemerintah? Berapa banyak uang yang dihemat oleh
masyarakat karena tagihan listrik mereka menyusut? Bukankah uang hasil
penghematan listrik bisa dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih bermanfaat? Mungkin
itulah kenapa Jepang selalu lebih maju dari kita. Bukan karena sumber daya
alamnya, tapi lebih karena manusianya yang memang harus diakui lebih
berkualitas.
Ayo, mulailah membudayakan hidup hemat, terutama hemat listrik. Nyalakan
TV seperlunya saja. Kalo malam mau tidur, pastikan TV sudah dimatikan. Matikan
juga lampu ruangan yang sedang tidak dipakai. Matikan lampu kamar saat mau
tidur. Selain hemat listrik, tidur bisa lebih nyenyak jika kamar dalam kondisi
lampu dimatikan. Ingat! Jika ingin bangsa kita maju, mulailah dari diri
sendiri. Mulailah dari hal-hal kecil di sekitar kita.
![]() |
| Photo by Firdaus Laili |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar