Saat ini hobi fotografi semakin marak di Indonesia. Bukan
hanya mereka yang memang berprofesi sebagai fotografer, tapi orang-orang dari
berbagai latar belakang juga mulai banyak yang suka dengan dunia fotografi.
Mulai dari pelajar, mahasiswa, karyawan, sampai ibu-ibu rumah tangga sekalipun
banyak yang gemar fotografi, baik itu memotret maupun dipotret. Semakin
maraknya hobi fotografi inilah yang membuat bisnis jasa sewa kamera juga
semakin menjanjikan.
Harga kamera yang relatif masih mahal membuat tidak semua
orang bisa memiliki kamera, terutama kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex). Padahal, untuk mendapatkan hasil foto
yang bagus, dibutuhkan perangkat kamera yang bagus seperti kamera DSLR. Fakta
inilah yang membuat bisnis jasa sewa kamera menjadi semakin prospektif. Bisnis
ini mulai banyak digeluti oleh berbagai kalangan, entah itu untuk bisnis utama
atau hanya untuk bisnis sampingan.
![]() |
Jasa Sewa Kamera semakin prospektif |
Tidak seperti jika Anda ingin membuka toko kamera, bisnis
jasa sewa kamera tidak membutuhkan modal yang besar. Anda bisa memulai bisnis
ini dengan memiliki dua atau tiga kamera DSLR saja. Anda bisa juga menambahkan
beberapa kamera saku untuk melengkapi aset bisnis jasa sewa kamera Anda. Selain
itu, Anda juga bisa menambahkan beberapa perlengkapan fotografi yang harganya
tidak terlalu mahal seperti tripod dan tongsis. Jika sudah punya modal lebih,
Anda bisa menambah stok kamera DSLR atau membeli lensa baru.
Dalam menjalankan bisnis jasa sewa kamera, Anda bisa
menerapkan sistem harian, mingguan, dan bulanan. Tarifnya tentu berbeda-beda,
tergantung dari berapa lama si penyewa akan menyewa kamera. Untuk target pasar,
Anda bisa menjadikan para fotografer pemula sebagai sasaran pemasaran bisnis
Anda. Mereka biasanya akan belajar fotografi dengan menyewa kamera DSLR
terlebih dahulu sebelum membeli kamera sendiri. Jika Anda sudah memiliki kamera
DSLR yang bagus, Anda bisa juga membidik para fotografer profesional sebagai
target bisnis Anda.
Namun, seperti bisnis-bisnis yang lain, bisnis jasa sewa
kamera juga memiliki hambatan. Jika ada satu bisnis atau usaha yang tidak
memiliki hambatan, tentu semua orang akan melakoni bisnis tersebut. Tidak ada
satu bisnis pun yang terlepas dari yang namanya hambatan. Oleh sebab itu, sebelum
memulai bisnis jasa sewa kamera, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu
apa saja hambatan yang mungkin akan dihadapi.
Hambatan atau resiko terbesar yang biasa terjadi pada bisnis
jasa sewa kamera adalah kamera yang disewakan dibawa kabur oleh penyewa yang
tidak bertanggung jawab. Jika hal ini terjadi, kerugian yang ditanggung
tidaklah sedikit, apalagi jika kamera yang dibawa kabur lebih dari satu. Satu
unit kamera DSLR saja harganya sekitar lima jutaan, bahkan bisa mencapai
sepuluh jutaan untuk seri yang bagus. Kehilangan satu kamera saja bisa menjadi
sebuah pukulan berat bagi pelaku bisnis jasa sewa kamera. Oleh sebab itu,
bisnis ini tergolong usaha dengan resiko kerugian yang cukup besar.
Selain kehilangan kamera, hambatan lain yang mungkin
terjadi adalah kerusakan-kerusakan yang terjadi pada kamera-kamera yang
disewakan. Banyak kejadian dimana para penyewa yang merupakan fotografer pemula
mengembalikan kamera dalam keadaan rusak. Oleh sebab itu, kemampuan mengatasi
kejadian seperti ini sangat diperlukan oleh pelaku bisnis jasa sewa kamera.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum Anda
memulai bisnis jasa sewa kamera. Yang pertama adalah mengenai persyaratan yang
harus dilengkapi oleh calon penyewa kamera. Anda perlu memberlakukan
persyaratan yang ketat guna mengantisipasi resiko kamera dibawa kabur.
Misalnya, penyewa harus menyerahkan satu kartu identitas dan satu jaminan. Yang
kedua, strategi pemasaran atau promosi juga penting untuk Anda perhatikan.
Promosi melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Whatsapp, atau BBM bisa
menjadi strategi pemasaran yang bagus.
Demikian sedikit
mengenai bisnis jasa sewa kamera yang saat ini sangat prospektif. Dengan masih
sedikitnya pelaku bisnis ini dan semakin banyaknya penggemar fotografi, bisnis
ini tentu sangat menggiurkan. Mengutip apa yang pernah dikatakan oleh almarhum
Bob Sadino, bisnis yang baik adalah yang segera dimulai atau dibuka, bukan yang
ditanyakan terus atau dipikir-pikir terus. Berani mencoba jauh lebih baik
daripada hanya diam dan hanya memikirkan resiko tanpa ada tindakan nyata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar